Bolmong

Awas!!! Penyakit DBD Mulai Serang Anak-anak

BOLMONG— Warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), harus lebih berhati-hati. Pasalnya, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mulai menyerang warga. Apalagi mereka yang mempunyai anak dibawah umur yang mudah tertular penyakit.
Buktinya, satu anak warga Desa Sinyung Kecamatan Dumoga Gracia sokop (7), positif terkenak penyakit berbahaya ini.  “Ya, anak kami Gracia sempat dirawat di rumah sakit Kinapit Kotamobagu selama kurang lebih satu minggu, dan positif terkenak DBD,” ungkap Sonny Sokop ayah korban.
Dirinya sangat mengharapkan supaya Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk turun ke lapangan melakukan penanganan, supaya penyakit ini tidak terkenak kepada anak-anak lainnya. “Meminta supaya ada penanganan cepat dari pemerintah terkait masalah ini. Jangan sampai ada korban lainnya,” katanya.
Sokop menambahkan, meskipun anaknya yang terkenak DBD sudah diijinkan dokter untuk pulang dan dirawat di rumah. Dirinya masih menunggu  anaknya yang satunya, nama Jhill Sokop yang masih dirawat di RS, apakah hasil dari RS  Kinapit Kotamobagu. “Semoga anak yang masih di RS tidak juga terkenak DBD,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Bolmong Sahara Albugis melalui  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wiyono SST mengatakan.  Setelah pihaknya menerima informasih kasus yang dicurigai DBD, selanjutnya pihaknya akan mengklarifikasi informasih yang masuk di tempat pelayanan dimana pasien dirawat
 “Ya, juga kita menelusuri diagnosa dan melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) menemui pasien dengan menanyakan 12 sebelum demam ada bepergian kemana saja, bersama siapa untuk mengetahui terjangkit dari mana,” ungkap Wiyono.
Tahap selanjutnya tambah Wiyono, melakukan survei di radius100 meter dari rumah penderita untuk mengetahui tingkat terjangkitnya sampai dimana, dengan memeriksa jentik aedes tempat perindukan serta memeriksa penduduk sekitar apakah ada yang demam dan atau gejala yang sama dengan penderita utama. “Jadi, bila semua data terkumpul lengkap baru mengkaji, menganalisa dan memutuskan langkah yang harus segera dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setempat. Desiminasi informasi tentang DBD, koordinasi pihak terkait, langkah selanjutnya. Selanjutnya  Gerakan PSN (pemberantasan Sarang Nyamuk), Galakkan 3Mplus, dan dilakukan fogging,”  katanya mengakhiri. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close