Bolmong
Ibu dan Anak Ditemukan tak Bernyawa di Sungai Desa Apado

BOLMONG— Nasib malang dialami Nelci Mokoginta (38) dan Reza Mawardi (9) Ibu dan anak yang belakangan diketahui tercatat sebagai warga Desa Bilalang IV, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Keduanya ditemukan di Sungai Lobong tepatnya di Desa Apado, Kecamatan Bilalang dengan keadaan meninggal dunia di tempat terpisah dan lokasi yang berbeda pula.
Menurut Kapolsek Passi, Iptu Sudarsono, dari keterangan keluarga korban, kedua korban berangkat ke kebun yang berlokasi di Desa Apado Kecamatan Bilalang, Kamis (29/3) sekira pukul 05.00 Wita (pagi). Dan akses menuju kebun tersebut, harus menyeberang sungai. Sayangnya, saat itu, kondisi arus sungai sangat deras dikarenakan curah hujan yang terbilang tinggi. Tapi keduanya tetap memaksakan diri menyeberang. “Kemugkinan tidak kuat menahan derasnya arus sungai, sehingga keduanya terseret,” kata KapolsekIptu Sudarsono.
Dijelaskan, sekira pukul 13.00 Wita, Jamaludin Manangin (40) warga Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara yang juga hendak ke kebun mendapati sesosok tubuh anak kecil yang diketahui bernama Reza Mawardi (9) terjepit di antara bebatuan, dengan posisi tengkurap dan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jamaludin pun langsung menghubungi Kepala Desa (Sangadi) setempat dan juga warga. “Awalnya warga yang menemukan tidak tahu identitas mayat anak kecil tersebut. Tapi setelah berkoordinasi dengan desa-desa tetangga, ternyata mayat anak yang tengah duduk di kelas III SD tersebut adalah warga Desa Bilalang IV yang oleh keluarga diketahui ikut ke kebun bersama ibunya,” jelasnya.
Atas penemuan mayat tersebut, katanya, keluarga korban juga langsung bergegas mencari Nelci Mokoginta (38). Menurut warga, sang ibu juga mengdap penyakit epilepsy (ayan). Sayangnya, upaya pencarian pada Kamis (29/3) tidak membuahkan hasil. Pencarian pun dilanjutkan, Jumat (30/3) kemarin, dengan mengerahkan lebih banyak lagi warga dibantu aparat dari Polsek Passi.
Alhasil, sekira pukul 11.30 Wita kemarin, Nelci Mokoginta (38) ditemukan sekira 2 kilo meter dari lokasi penemuan anaknya, oleh Samin Manangin (55) yang masih keluarga korban, juga dalam kondisi tidak bernayawa. “Kedua korban sudah dilakukan visum et repertum di Rumah Sakit Umum Pobundayan. Saat ini masih menunggu hasil, dan melakukan penyelidikan. Kalau ada tanda-tanda kekerasan maka kita akan proses lebih lanjut. Kalau tidak, berarti murni kecelakaan,” katanya mengakhiri. (Ind)



