Bolmong

Siniyung Gelar Acara Adat ‘Mogonow Kon Lipu’

FB_IMG_1489327941679

BOLMONG— Untuk meneruskan warisan adat leluhur, Dewan adat Desa Siniyung Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar acara adat ‘Mogonow Kon Lipu’ (Pengobatan Kampung).

Diketahui Kabupaten Bolmong dikenal dengan Daerah yang menjujung tinggi adat istiadat warisan leluhur turuntemurun. “Ya, ‘Mogonow Kon Lipu’ ini dilakukan dengan tujuan pengobatan kampung. Ini kami percayai untuk mengobati masyarakat sehingga bisa berpikir positif, segala penyakit disembuhkan, bakan dijauhkan dari pemikiran yang jahat, juga terus dilindungi oleh Ki Togi Kawasa (Sang Pencipta),” ungkap Taeba Gaw Ketua lembaga adat desa Siniyung.

Ditambahkan, acara adat ini sudah dibuka Minggu (12/3) dan akan berlangsung selama sepekan berkjalan. Menurutnya, untuk hari pertama di mulai dengan ‘Pinotogotan Kon Undam (Pengikatan Obat) Tradisional. “Jadi semua obat-obatan tradisonal diikat dan disatukan dan di bungkus dengan daun woka. Nah, dari daun woka itu, warga bisa mengambil air dan ditampung pada bambu yang sudah disediakan, kemudian bawa ke petugas atau salah satu orang tua yang dipercayakan dan  untuk disalurkan ke kumpulan obat tradisional. Setalah itu airnya digunakan untuk mencuci muka, minum, dan mandi,” jelasnya.

Menariknya, dalam acara adat ini, nantinya masih akan menggunakan baju adat ‘Motayok’ (tarian). Sejak tahun 1979 yang hanya bisa digunakan oleh tiga orang yang menurut kepercayaan mereka telah ditunjuk langsung oleh leluhur. “Ya, ada tiga pasang baju adat, dari tahun 1979, dan sampai sekarang masih digunakan, dua pasang untuk perempuan, dan satu pasang untuk laki-laki. Yang bisa menggunakan baju adat tersebut sampai saat ini untuk laki-laki bernama SH Manggopa sementara untuk permepuan oleh  Taeba Gaw, dan yang satunya  sudah meninggal, jadi untuk yang sudah meninggal kami tetap menunggu petunjuk leluhur,” bebernya.

FB_IMG_1489327721710

Dikatakan Taeba Gaw, acara adat Mogonow Kon Lipu ini tidak hanya dikhususkan untuk orang Bolmong saja, namun terbuka untuk umum. “Ini terbuka untuk umum, dari daerah manapun bisa berkunjung. Kita kan berdoa bersama kepada Tuhan. Jadi semua bisa berkunjung dan melakukan acara adat ini,” tuturnya.

Terpantau, sejak Minggu siang acara adat sudah berlangsung, dan didahului oleh para Dewan adat, dan pimpinan agama serta kepala desa. “Mulai hari ini warga sudah bisa berkunjung. Berharap setelah mengikuti adat ini, segalah perbuatan apapun yang jahat dijauhkan, dan sehat jasmani maupun rohani, serta hidup bersih,” katanya.

Sementara itu, Suan Lampongajo pemerintah desa Siniyung mengatakan, sangat mendukung penuh acara adat terssbut. “Ini memang sudah menjadi kebiasaan dan tujuannya baik. Jadi, puncaknya sampai Senin  pekan depan. Semoga semua bisa berjalan baik,” ujarnya.

Lanjutnya, pada Senin (20/3) nanti merupakan acara puncak dari acara Pogonow Kon Lipu tersebut.  “Itu merupakan acara puncak, selama se pekan ini warga bisa berkunjung, nanti pada Senin pekan depan, obat tradisional itu akan mo di buang ke sungai yang biasa diperebutkan warga, diikuti dengan perahu-perahu kecil utuk di hayutkan ke sungai, dengan harapan semua kejahatan, sakit penyakit, serta semua hal yang tidak baik ikut hanyut,” tutupnya. (Ind)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close