Bolmong

Tanaman Jagung Lebih Diminati Dibanding Kedelai

petani holtikltura di Bolmong, foto:probmr

BOLMONG – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) merupakan daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi Utara (Sulut). Tak hanya itu, daerah Bolmong ini juga merupakan penghasil besar tanaman jagung. Ironisnya, meski Bolmong juga punya potensi memproduksi tanaman kedelai, namun minat petani untuk menanam kedelai di Bolmong terbilang minim.

“Minat petani untuk menanam kedelai sangat kurang, ini dikarenakan pasar tak menjamin. Padahal, produksinya kedelai itu rumit, juga harga per kilogram hanya Rp 4 ribu, sementar harga benihnya per satu kilo Rp 15 ribu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Bolmong Remon Ratu.

Ditambahkan, pada umumnya olahan kedelai di Bolmong untuk membuat tahu dan tempe, sementara konsumsi tahu dan tempe di Bolmong tidak banyak. “Justru saat ini para petani sudah banyak yang beralih ke tanam jagung karena pasaran jagung menjanjikan di Bolmong, juga perawatannya tidak rumit seperti kedelai,” tambahnya.

Dijelaskan, di Bolmong sendiri pada tahun 1988 hingga tahun 2010, produksiĀ  kedelai masih lumayan eksis. Bahkan, ada sekitar 350 hektar yang tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Bolmong. Data terakhir tahun 2020, luas tanam kedelai 3,096 hektar, luas panen 3,847 hektar dan produksi mencapai 4,993 ton. “Karena harga tidak mendukung, sekarang produksinya menurun jauh,” pungkasnya. (sal)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close