
ProBMR, Kotamobagu– Penyebab tewasnya dua pekerja tambang, Saldi Bonde (27) warga Desa Mopiat, Kecamatan Lolayan dan Ali Wardana (33) Warga Desa Kinomaligan Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang terjadi pada selasa (8/11) sekitar pukul 19.00 Wita, masih terus didalami oleh pihak Kepolisian Polres Bolmong.
Hal ini dikatakan Kepala satuan Reskrim Polres Bolmong, AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, Rabu (9//11) pagi tadi, saat ditemui di ruang kerjanya. “Kami masih melakukan penyelidikan penyebab kematian kedua korban. Olah TKP awal telah dilakukan oleh tim dari Reskrim,” kata Sitepu.
Dirinya menambahkan, saat ini sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Namun, salah satu kendala yang dihadapi oleh penyidik keluarga menolak untuk dilakukan otopsi kepada kedua korban. Meski demikian pihaknya akan berusaha membujuk keluarga untuk menyetujui dilakukannya otopsi demi kepentingan penyelidikan kasus ini. “Untuk memastikan kematian korban harus dengan otopsi. Soal adanya isu kematian disebabkan karena menghirup gas beracun, kami tidak mau berspekulasi,” kata Sitepu.
Dirinya hanya memastikan, hasil visum luar oleh dokter di Rumah Sakit Datue Binangkang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Saya anya pastikan kematian kedua korban tidak wajar. Hanya itu yang bisa saya sampaikan untuk saat ini,” kata sitepu.
Sebagai informasi, Selasa (8/11) sekitar pukul 19.00 Wita, dua pekerja tambang ditemukan sudah tak bernyawa dalam ruangan pemurnian emas di sebuah bengkel las beralamat di jalan STIE, Kelurahan Mogolaing. (ddj)




