Bolmong

Warga Beralih ke Bentor, Trayek Mikrolet Nyaris Hilang

Tampak-petugas-Dishub-sedang-menertibkan-Bentor-di-jalur-Jalan-Ibolian

BOLMONG— Sebelum keberadaan bentor di Bolaang Mongondow (Bolmong) bertambah dan tidak terkendali.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bolmog mulai lakukan pembatasan jumlah bentor.

“Keberadaan Bentor di Bolmong masih terbilang sedikit. Berbeda dengan di Kotamobagu, sudah banyak sekali. Tak terkendali. Mumpung masih begini, kami akan lakukan pembatasan,” ujar Plt Dishub Bolmong Yultje Tumanduk, Jumat (24/2).

Dirinya mengaku akan melakukan konsultasi ke pusat terkait masalah bentor ini. Menurutnya ini masalah kompleks. Kendaraan tidak memenuhi aturan, sementara ini menyoal ekonomi masyarakat.

“Ya, saya akan konsultasi terkait masalah bentor ini. Mau larang bengkel yang bikin, itu pencarian mereka. Apalagi warga juga yang mengoperasikan bentor,” ujarnya.

Ditambahkan, Dishub Bolmong belum ada data berapa jumlah bentor di Bolmong. Apalgi kendaraan ini tidak memenuhi syarat, karena membahayakan penumpang. Karena menurutnya sesuai aturan, penumpang harusnya di samping.

“Memang seharusnya di samping. Kendaraan ini tidak ada PAD. Juga tidak ada data, karena memang tidak memenuhi syarat. Kan mereka belinya pribadi, baru motor itu dimodifikasi,” katanya.

Lanjutnya, keberadaan bentor ini pun telah mengacaukan trayek di Bolmong, misalnya di Lolak. Karena masyarakat sudah beralih ke bentor, sudah sangat jarang kendaraan mikro beroperasi.

“Ada Lolak – Kotamobagu, Lolak – Poigar, Lolak – Labuan dan Lolak – Doloduo. Mereka nyaris hilang. Untuk saat ini masih ada tapi sudah jarang. Ini karena masyarakat lebih memilih bentor. Namun ini akan kita tata lagi,” pungkasnya. (Ind)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close