Bolmong

Minta Perhatian Pemerintah, Warga Dumoga Turun ke Jalan

Lorens Kawal

BOLMONG– Meminta perhatian Pemerintah Provinsi terkait keberadaan Sungai Ongkag Dumoga yang hari-perhari semakin terkikis dan kian mendekati pemukiman warga di Kecamatan Dumoga. Membuat,  ribuan masyarakat Kecamatan Dumoga Bersatu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Dumoga Jilid 2 (FKPMD/J2), akan melakukan aksi damai Kamis (19/10) besok.

Aksi Damai itu nantinya dipusatkan di Jalan Raya Dumoga dan Pertigaan Dumoga arah Mopuya. Dan akan menutup aktivitas kendaraan lintas poros selatan Sulawesi Utara yang melintasi dataran Dumoga.

Aksi damai yang diberi nama “Negara Membiarkan Masyarakat Pinggiran Sungai di Dataran Dumoga” itu akan menuntut supaya “Jangan Biarkan Kami Masyarakat Pinggiran Sungai di Dataran Dumoga,” itu sebagaimana tertulis pada surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolres Bolmong, dan tembusan Kepala Kejaksaan negeri Kotamobagu belum lama ini.

Mewakili Ketua FKPMD/J2 Steven Wereh, Koordinator Lapangan Theodorus Okay mengatakan. “Rencana Kamis besok masa aksi akan turun. Namun ini merupakan bentuk gerakan kita masyarakat Dumoga supaya lebih diperhatikan, kalau bisa Pemerintah turun langsung memantau keberadaan pinggiran sungai di Dataran Dumoga, sudah sangat dekat di pemukiman warga,” ungkap Okay.

Sementara itu, Lorens Kawalo warga Dumoga menuturkan, ini juga sebagai bentuk aspirasi warga Dumoga kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Balai Sungai. “Sekiranya penerintah dapat memberi bantuan pembuatan bronjong di sepanjang sungai ongkag yang hari demi hari mengikis tanah di pinggiran sungai. Hinga saat ini sudah sangat dekat di perkampungan yang ada di kecamatan Dumoga,” pungkasnya. (Ind)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close