AdvertorialBolmong

Yasti-Yanny Sambut Kunker Kepala BKKBN RI dan Wagub Sulut

BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wabup Yanny Ronny Tuuk menyambut baik kunjungan kerja Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo bersama Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw, bersama Ketua TP PKK Sulut, Selasa (25/5). Bupati dan Wabup didampingi Sekda Tahlis Gallang, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, Kapolres Bolmong AKBP Nova Irone Surentu dan unsur Forkopimda lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Yasti menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi serta memberikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut di Bolmong. “Di tengah kesibukan dan agenda kerja yang begitu padat, masih sempat berkunjung dan bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Bolmong, dalam rangka membangun sinergitas dan koordinasi yang baik untuk pelaksanaan tupoksi BKKBN RI serta tupoksi Pemprov Sulut sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat,” kata Yasti.

Menurutnya, Kabupaten Bolmong merupakan salah satu dari 15 Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Sulut dengan luas wilayah 3.517 Kilometer persegi. “Hampir 27 persen luas wilayah Provinsi Sulut, dan terdiri dari 200 Desa, 2 Kelurahan, 15 Kecamatan dan dengan jumlah penduduk kurang lebih 251.355 jiwa,” katanya. Program Kependudukan, Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana di Bolmong dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP-KB) Bolmong, yang memiliki 23 ASN Daerah dan 4 ASN Pusat, tenaga lini lapangan PPKBD sebanyak 202 orang dan Sub PPKBD sebanyak 886 orang.

“Pelayanan KB baru pada tahun 2020 sebanyak 1.806 Akseptor atau 24,48 persen dan pembinaan KB aktif sebanyak 38.131 Akseptor atau 81,27 persen. Sedangkan pelaksanaan program dilaksanakan di 29 kampung KB, 103 kelompok kegiatan dan 23 kelompok target program prioritas Nasional,” jelasnya. Lanjutnya, tahun 2019 lalu, Bolmong ditetapkan sebagai Lokasi Khusus (Lokus) penanganan stunting, dimana selaku Bupati telah menandatangani MoU penurunan stunting, dan tahun 2021 telah memasuki tahun ketiga Lokus penurunan stunting. Sehingga diharapkan di akhir RPJMN tahun 2024 nanti Bolmong sudah bebas dari permasalahan stunting. “Angka stunting Bolmong di tahun 2020 kurang lebih ada 173. Dan saat ini tinggal 87 anak penderita stunting dalam arti sudah turun 50,58 persen, mudah-mudahan sesuai dengan target Nasional di tahun 2024 nanti, Bolmong bebas dari Stunting,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN-RI, Hasto Wardoyo pada penyampaianya menerangkan, BKKBN mengemban tugas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). “Pak Presiden Jokowi memberikan nasehat kepada kami agar tidak melakukan Business As Usual, dan jangan hanya sanding tapi harus deliverd artinya setetes ataupun sekecil anggaran harus sampai pada rakyat. Makanya anggaran yang dulu diberikan oleh BKKBN Pusat untuk layanan kontrasepsi untuk perwakilan BKKBN Provinsi, kita pindahkan ke Kabupaten Kota dalam hal ini setiap OPD KB terkait, mulai dari anggaran penggerakan pelayanan kontrasepsi dan anggaran pelayanan lainnya dalam bentuk DAK fisik dan BOKB langsung kuta serahakan ke instansi pemerintah daerah, supaya anggaran tersebut tepat sasaran,” kata Hasto Wardoyo. (sal/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: