AdvertorialBolmong

Kabupaten Bolmong Raih Opini WTP dari BPK RI

BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) pertama kali mencatatkan sejarah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kepatuhan pengelolaan keuangan daerah oleh Pemerintah pusat melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Utara. Pasalnya, persoalan asset yang menjadi temuan dan rekomendasi BPK adalah warisan turun temurun dari setiap periode kepemimpinan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Asset yang sudah carut marut itupun harus di urai di masa kepemimpinan bupati Yasti Soepredjo Mokoagow dan wakil bupati Yanny Ronny Tuuk. Selama tiga tahun menjabat, mantan Ketua Komisi V DPR RI hanya fokus itu mengurusi persoalan asset yang nilainya mencapai RP 489.794.664.012. Penerimaan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2020 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah puncak dari komitmen seluruh pihak yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow. LHP BPK tahun 2020 langsung diterima Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow didampingi Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling.

Yasti usai menerima opini WTP dari BPK RI mengucapkan terima kasih kepada tiga lembaga yang dinilai memilik peran penting dalam capai Pemkab Bolmong meraih WTP “Kita semua bersyukur. Selama ini Pemkab Bolmong belum pernah mendapatkan opini WTP, alhamdulilah hari ini kita menerima opini WTP dari BPK atas hasil pemeriksaan. Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada BPK RI perwakilan Sulut, Gubernur Sulut dan BPKP Sulut. Karena tiga lembaga ini yang terus memberikan support, supaya lebih disiplin, lebih giat lagi dalam memenuhi berbagai permintaan BPK, terkait penyajian laporan keuangan yang sudah di sampaikan oleh pemkab bolmong ke BPK yang dulu begitu banyak kekurangan.” Ucap Yasti. Yasti juga menyingung besarnya peran ASN Pemkab Bolmong terlebih Tim keuangan dalam mengurai dan menelusuri asset yang jadi ganjalan Pemkab Bolmong selama ini “Alhamdulilah berkat kerja keras semua kita. Seluruh OPD, seluruh ASN Kabupaten Bolmong hari ini kita mendapatkan opini WTP. Harus kita syukuri karena kekompakan kita semua, utamanya saya terima kasih betul kepada Tim keuangan yang luar biasa, dua tahun terakhir tidak pernah kenal lelah.” Ucap Yasti.

Dibalik keberhasil itu, Yasti juga mengambil pelajaran pahit yang baru saja diterima Kabuapten Minahasa Utara. Menurut Yasti akibat adanya Fraud Minahasa Utara terjun bebas dan menerima opini Tidak Wajar (TW) “Alhamdulilah tinggal kecil kecil dan tidak begitu substansi. Tapi harus kita perbaiki. Kita penuhi itu semua, jangan sampai dikemudian hari ada Fraud. Alhamdulilah selama ini walaupun kita disclaimer tapi tidak ada Fraud. Karena ada pelajaran hari ini Minahasa utara beberapa tahun WTP, ketika ada Fraud langsung anjlok ke TW. Ini pembelajaran bagi Pemkab Bolmong, cermin bagi kita harus tetap disiplin memenuhi ketentuan perundang undangan.” Ungkap Yasti. (sal/adv)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: