Bolmong

Harga Elpiji 3 Kg dan BBM Melambung Tinggi di Dumoga Barat

BOLMONG — Harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kg di sejumlah desa di Kecamatan Dumoga Barat melambung tinggi. Mirisnya, harga dinaikkan sepihak oleh pengecer saat musibah banjir hingga menyebabkan jembatan Kosio di Kecamatan Dumoga Tengah putus, Sabtu (25/7). Warga pun mulai mengeluh dengan ulah oknum pengecer yang memanfaatkan kondisi tersebut. BBM jenis premium dijual Rp 25-30 ribu per liter, dan elpiji 3 kg tembus hingga Rp 80 ribu per tabung, padahal harga di pangkalan hanya Rp 18 ribu per tabung. ”Kami sangat berharap ada penertiban dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten kepada oknum-oknum yang memanfaatkan bencana ini untuk mengambil keuntungan besar,” kata Anwar warga Doloduo.

Dikonfirmasi terpisah, kepala dinas Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tonny Toligaga SPt MP mengatakan, pihaknya sudah turun bersama tim ke lokasi untuk mendata dan kroscek. ”Kami sudah melakukan tracking ke sejumlah titik. Ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi, namun di sisi lain juga merupakan kebutuhan. Kami juga merasakan keresahan warga,” kata Tony. Lanjutnya lagi, pihaknya sudah meminta pihak pertamina untuk menambah stok elpiji 3 kg ke Dumoga Bersatu, dan memastikan BBM juga akan terdistribusi dengan baik langsung dari pertamina. ”Kami langsung berkordinasi dengan pertamina. Secepatnya mereka akan mendistribusi BBM dan elpiji 3 kg,” pungkasnya. (sal)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: