AdvertorialBolmong

Melasti, Umat Hindu Dumoga Doakan Korban Tambang Bakan

BOLMONG – Ribuan umat Parisade Hindu Dharma Desa Mopugad Bersatu dan Mopuya Bersatu, Kecamatan Dumoga Utara mendoakan para korban lokasi tambang emas di Desa Bakan, pada ritual Melasti, Senin (4/3). Ketua Parisada Bolmong I Nyoman Sukra mengatakan, seluruh jajaran Parisada dari kabupaten hingga desa, sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa para penambang tersebut. ”Mereka adalah para pejuang nafkah untuk keluarga masing-masing. Dari hasil tambang itulah mereka menghidupi anak dan istrinya,” kata Sukra yang juga Sekretaris Dinas Pertanian Bolmong.

Melasti yang digelar di Pura Tirta Besakeh Pasar Agung Desa Mopuya Utara II, merupakan ibadah awal umat Hindu menjelang perayaan Nyepi. Umat Hindu mulai memadati Pura Tirta sejak pukul 06.00 WITA yang letaknya sekira 3 km dari pemukiman. Dengan diiringi gamelan dan lengkap dengan sesembahan dari rangkaian bunga dan buah, warga langsung mengambil tempat di pura yang letaknya di perbukitan.

Sementara itu, I Ketut Kolak SSos MKes mengatakan, Melasti bermakna menghilangkan kotoran diri dan jagad raya yang disimbolkan dengan membesihkan benda yang disucikan seperti arca, pratima, nyasa, pralingga sebagai wujud atau Sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya. ”Intinya, ada harmonisasi antara manusia, alam, dan lingkungan sekitar. Ini ada bagian dari tahapan perayaan Nyepi,” kata Kolak yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bolmong. Turut hadir anggota DPRD Bolmong I Ketut Sukadi dan Nyoman Sarwa. (sal/ADVERTORIAL)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: