Dengan Usaha Batu Bata, Harto Mampu Biayai Anak Kuliah

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU – Penghasilan sebagai pengrajin batu bata ternyata mampu memberikan nilai tambah bagi para pengrajin dalam memenuhi kebutuhan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari- haro namun para pengrajin batu bata mampu memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak- anak mereka.
Salah satu buktinya adalah pengrajin batu bata di Kelurahan Pobundayan, Harto Yambo. Menurut Bapak dua anak ini, dengan usaha yang digelutinya menjadi pengrajin batu bata, dirinya mampu membiayai anak sulungya kuliah di salah satu akademi kesehatan di Kotamobagi.
“Alhamdulillah, dengan penghasilan yang ada anak saya bisa kuliah di perguruan tinggi,” ucap Harto dengan bangga.
Bahkan dirinya mengaku bahwa, usaha yang digelutinya ini sudah berlangsung lama dan menjadi mata pencaharian sebagian masyrakat Kelurahan Pobundayan.
Meski demikian, dirinya mengharapkan perhatian dari pemerintah Kota Kotamobagu dalam memberikan fasilitas tambahan seperti mesin cetak batu bata. Agar produksi yang dihasilkan bisa lebih banyak, sehingga pendapatan para pengrajin batu bata bisa meningkat.
“Mudah-mudahan pihak pemerintah bisa memperhatikan aspirasi kami,” ucapnya.
Terpisah Lurah Pobundayan, Apri Paputungan, saat dikonfirmasi mengaku bahwa warganya hampir sebagian menggatunglan hidupnya menjadi pengrajin batu bata.
“Sekitar 40% warga Pobundayaan bekerja di sektor batu bata, selain bertani dan profesi lainnya,” kata Apri.
Namun, kata Apri, lokasi pengrajin batu bata telah bergeser ke wilayah desa sekitar yakni Kelurahan Pobundayan, karena luasan tanah untuk produksi batu bata yang mulai berkurang.
“Tempat usaha mereka sudah ada yang di wilayah lain. Berhubung luas lokasi di Pobundayan mulai terbatas. Makanya mereka pindah lokasi,” ucapnya.
Disinggung soal bantuan mesin cetak batu bata, Apri mengatakan, pemerintah Kota telah menyalurkan bantuan mesin cetak batu bata kepada pengrajin. Namun bantuan tersebut di serahkan kepada kelompok pengrajin tidak perorangan.
“Perhatian pemerintah Kota terhadap para pengarajin sudah ada dengan memberikan bantuan mesin cetak kepada kelompok pada tahun 2016 dan tahun 2017,” kata Apri. (ddj)




