
BOLMONG— Malang nasib Gerry Sariowan (19) pria warga Kelurahan Imandi yang berprofesi sebagai penambang. Setelah tidak keluar dari kamarnya selama se malam, akhirnya ditemukan gantung diri Sabtu (22/4) siang tadi.
Informasi dirangkum, sebelum kejadian sekira pukul 21.00 Wita Jumat (21/4) kemarin, korban masuk ke rumahnya, dan hendak ke kamarnya untuk tidur. Namun sebelumnya, korban sempat mengobrol-ngobrol dengan ibunya, saat itu korban langsung meminta untuk kawin. “Menururut keterangan ibunya, saat masuk rumah korban langsung mengeluarkan kalimat minta kawin ‘Ma kita mo kaweng’ (Ma saya mau kawin). Ibunya langsung menjawab ‘Iyo nanti mama mo kase kaweng biar mama susah’ (Ia, nanti mama kasih kawin, meski mama masih susah),” jelas Kapolsek Dumoga Iptu Nico Tulandi.
Namun kata Tulandi, korban melihat ibunya menangis saat membahas hal tersebut. Menurut keterangan, mungkin korban merasa iba melihat ibunya sedih mendengar korban mau kawin. Karena ibunya saat itu tidak punya uang, tetapi akan mengusahakan dengan meminjan uang. “Saat itu juga korban tanpa berkata apa-apa lagi langsung tidur. Kata ibunya, dirinya sangat pendiam serta sangat membantu keluarganya,” bebernya.
Ditambahkan, sejak berlangsungnya pembicaraan tersebut, korban tidur di kamarnya sampai pagi dan tidak bangun-bangun, ibunya tidak curiga sama sekali. Namun, sekira pukul 13.00 wita Sabtu (22/4) saat ibunya mengetuk pintu untuk membangunkan korban karena belum makan, tidak ada jawaban, sementara ibunya tahu kalau korban masih di dalam kamar. Ibunya tetap memanggil-manggil korban, karena tidak bangun ibunya naik dan mengintip dari jendela kamar. Ibunya melihat kepala korban sudah tergantung dengan seutas tali nilon kecil di samping tempat tidurnya. Saat itu, ibunya langsung mendobrak pintu kamar,” katanya.
Lanjutnya, pihaknya sudah melakukan identifikasi dan memeriksa saki-saksi. “Kejadian ini murni gantung diri. Mengingat korban ingin menikah, namun belum ada persiapan keuangan. Apalagi, setiap korban menanyakan kawin ibunya selalu menangis, mungkin korban merasa iba dengan karena ibunya selalu menangis dengan segala keterbatasan yang ada. Hingga saat ini, situasi wilayah Polsek Dumoga Timur, masih aman dan kondusif,” tutupnya. (Ind)



