BoltimPolitik

Pengurus PDIP se Boltim Kecewa Sikap DPD

pdi-perjuangan-logo

BOLTIM — Undangan yang dilayangkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Shorth Message Service (SMS) kepada Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menuai penyesalan atas isi dari SMS tersebut. Pasalnya, undangan untuk melakukan test uji kelayakan dan kemampuan sebagai Ketua DPC PDIP Boltim Boltim periode berikutnya, yang bertempat di Hotel Grand Puri Manado pada senin (16/2) nanti, lima nama yang diumunkan untuk mengkuti test tidak sesuai dengan hasil Musyawarah yang disodorkan PAC, DPC ke DPD.

Ke lima tersebut yakni ialah, Medy M. Lensun, Doni Sahe, Abdurachman Ambarak. Rocky Wowor, dan Mirna Mokodompit, terdapat dua nama calon yang tidak masuk dalam penjaringan calon ketua DPC sesuai hasil musyawarah ranting (Musran). “Ia diantara Lima nama tersebut ada dua nama yang pada waktu musran waktu lalu, yakni Rocky Wowor dan Mirna Mokodompit, tidak ada dalam usulan bakal calon oleh ranting. Tapi kenapa, dalam undagan test nanti tercantum nama ke calon tersebut,”ungkap Wahyu Aer Ketua PAC Modayag Barat.

Disisi lain, Sekretaris DPC Abdul Rachman Ambarak, juga turut menyesali hal ini. Dimana, pada waktu Pleno DPC Penetapan nama – nama Bakal calon yang di usulkan oleh Ranting dan PAC, tidak ada, Namun DPD berani mengambil sikap nama tersebut di munculkan. “Sebenarnya apa yang terjadi di DPD?? Kami rasa sudah ada permainan orang dalam,”kata Ambarak.

Lanjut Ambarak, pada waktu pleno DPC, ada beberapa nama yang di usulkan oleh ranting dan PAC. Contohnya, di PAC modayag Barat yaitu Wahyu Aer salah satu kader muda PDIP yang sudah dua belas tahun bergelut di partai ini, namanya tak muncul dalam test ketua DPC Boltim nanti. “DPD mengeluarkan nama yang. Tidak sesuai dengan hasil musran. Kami kecewa sikap mereka. Bahkan, nama-nama yang tak punya potensi sama sekali, mereka (DPD) munculkan,”jelas Ambarak.

Hal senada juga dikatakan, Afriansyah Embo salah satu pengurus PAC Modayag Barat. Afri mengatakan, bahwa PDIP adalah Partai yang Konsisten, namun apabila semua yang menjadi keluhan para pengurus PDIP Boltim, tidak di kaji dan dipertimbangkan oleh DPD dan DPP. “Saya yakin ektabilitas Partai aka turun. Dan PDIP di Boltim bisa terbilang bunuh diri secara Electoral, dan itu sangat disesalkan,”tutur Afri. (Sandy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: