Banyak Pensiun, Bolmong Krisis Guru

BOLMONG – Generasi muda di Kabupaten Bolmong terancam minim kualitas. Pasalnya, pada 2016 ini Bolmong ternyata mengalami krisis tenaga pengajar. Berdasarkan data yang diperoleh, Bolmong mengantongi sebanyak 2051 tenaga pengajar, namun semenjak 2013 hingga akhir 2014, banyak guru yang pensiun. Alhasil, sebanyak 284 sekolah di Bolmong harus membutuhkan sebanyak 700 tenaga pengajar. “Tahun 2016 ini, Bolmong mengalami krisis tenaga pengajar. Bahkan untuk memenuhi tenaga pengajar di semua sekolah dibutuhkan sebanyak 700 guru,” ungkap sumber.
Ironisnya, krisis tenaga pengajar mengakibatkan beberapa Sekolah Dasar (SD) hanya dihuni 1 hingga 2 orang guru. “Sekolah di Desa Pomoman, seorang guru harus merangkap jabatan sebagai kepala sekolah dan guru kelas satu hingga enam. Lantaran sekolah tersebut hanya dihuni 1 orang guru PNS dan 1 orang guru honorer,” tambah sumber.
Pemerhati Pendidikan Bolmong Supandri Damogalad mengatakan, sektor pendidikan tentunya sangatlah penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Sehingga pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan sektor ini. “Kami mendesak kepada pemerintah agar memperjuangkan agar tak berlaku moratorium CPNS di Bolmong khusus guru. Sebab kekurangan tenaga pengajar sangat berpengaruh terhadap masa depan daerah,” tandasnya.
Sekda Bolmong Drs Ashari Sugeha membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, memang berdasarkan perhitungan kepegawaian, Bolmong sangat kekurangan guru hingga ratusan orang. “2014 lalu, kami sudah berupaya untuk memperjuangkan formasi perekrutan CPNS, walaupun kuota yang didapatkan masih minim,” kata Ashari. (sal)



