Pelebaran Jalan di Jantung Ibukota Bolmong Dibanderol 60 Miliar

BOLMONG– Pelebaran jalan di jantung ibu kota Kabupaten Bolmong segera terwujud. Hal itu merupakan bukti komitmen Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny R Tuuk, dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di Bolmong.
Buktinya, proyek jalan dengan panjang 4 kilo meter dan lebar 30 meter dari perbatasan Desa Tuyat hingga jembatan Lolak Tombolango itu, kini sudah mulai dikerjakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Bolmong, Channy Wayong mengatakan, sejak dua pekan lalu pengerjaannya dimulai. “Saat ini saja para pekerja mulai membersihkan semua pohon besar yang berada di pinggir jalan dengan menggunakan alat berat. Satu persatu pohon yang ada di pinggiran jalan dirobohkan dan dibersihkan,” ungkap Channy.
Dia menambahkan, pembangunan pelebaran jalan ini tak lain berkat lobi dari Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, yang telah mengusulkan ke Kementerian PU-PR beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, anggaran sebesar Rp 60 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) siap dikucurkan pemerintah pusat tahun ini. “Ya, meski ini program tahun 2014. Tapi, berkat dari Bupati Yasti, pelebaran jalan tersebut akhirnya dapat dilaksanakan pekerjaannya,” tutur Channy.
Disisi lain, dirinya berharap warga masyarakat yang ada di pusat ibukota mendukung penuh proses pekerjaan pelebaran jalan tersebut, agar wajah ibukota kabupaten dapat berubah drastis. “Kita lihat saja, kedepan wajah ibu kota akan jauh lebih baik dari sekarang ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkab Bolmong juga menggenjot pembangunan Landmark (Ikon daerah). “Ikon daerah ini nanatinya akan menambah pesona perubahan wajah ibu lkota,” ungkap dia. Menurutnya, ikon daerah merupakan unsur karakter penunjang infrastruktur pembangunan daerah. Selain penunjang infrastruktur, ikon daerah tersebut dapat menimbulkan kesan tersendiri dari daerah bila dipandang oleh seseorang. Untuk pembangunan bundaran dan tugu Kabupaten Bolmong kata dia, tepat berada di simpang Empat pasar Lolak. “Luasnya 60 meter, ditengahnya dilengkapi dengan ikon Kabupaten dan air mancur. Itu jika selesai dibangun maka sama persis seperti bundaran HI di Jakarta,” jelasnya. (Ind)




