Jelang Ramadhan, Ratusan Warga Tapadaka I Turun ke Sawah

Lanjutnya lagi, semua elemen masyarakat dilibatkan dalam swadaya ini, mulai dari perangkat desa, kelompok pemuda hingga ibu-ibu yang menyediakan konsumsi ringan dengan suka rela. ”Ini adalah bentuk solidaritas kami sejak dulu, yang tetap terjaga hingga saat ini,” pungkas Herwinda, sembari berterima kasih kepada warga Tapadaka I yang rela mengorbankan waktu, tenaga dan materi untuk swadaya ini.
Sementara itu, mantan sangadi Among Kangki mengatakan, banyaknya sumbangan yang masuk untuk pembangunan Masjid Nurul Huda juga berasal dari luar desa. ”Banyak juga donatur dari luar yang ingin mencari amal jariah melalui pembangunan Masjid. Walaupun sebagian besar anggarannya melalui swadaya,” kata Kangki. Menurutnya, semangat warga desa termotivasi juga dari semangat seluruh aparat. ”Semua pembangunan di Tapadaka I ini juga berkat kerja sama semua elemen. Mulai dari aparat desa, pemuda, dan seluruh masyarakat,” pungkas Kangki. (sal)




