Panwaslu Harus Mampu Membangun Kepercayaan Masyarakat dan Netralitas

BOLMONG– Netralitas dalam menghadapi Pemilu dalam pengawasan harus dijunjung tinggi. Baik masyarakat maupun penyelenggara Pemilu. Hal tersebut diungkapkan Jhoni Alexsander Suak Pimpinan Bawaslu dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisifatif Dalam Rangka Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018 di Provinsi Sulut, oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut), yang digelar di hotel Sutan Raja, Kota Kotamobagu (KK), Selasa (5/8).
Menurutnya, keterwakilan para Pimpinan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), membuktikan, bahwa pihaknya benar-benar siap, dalam mengawal proses pemilihan nanti. “Pelaksanaan Pemilu nanti pada 2018 mendatang. Ini membuktikan, Panwas dan Bawaslu, sangat siap, apalagi telah mendahului dalam hal sosialisasi, karena berkaca dari Pilwako,” jelasnya.
Lanjutnya, ketidak pedulian masyarakat dalam hal mengawas, itu karena kurangnya kepercayaan, untuk mau bersama-sama panitia dalam hal mengawas. “Kurang percayanya rakyat pada Panwaslu. Sehingga penting membangun kepercayaan masyarakat dengan bersikap netral, sehingga masyarakat mau melibatkan bersama-sama mengawas,” tambahnya.
Ditambahkan, berdasarkan tugas dan fungsi panwas harus profesional dan independen. ” Harus netral dan tidak berpihak. Dengan begitu kepercayaan masyarakat terhadap panwas dan penyelenggara Pemilu akan terbangun dan merangsang masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawal dang mengawasi bersama jalannya pemilu yang baik,” tutupnya.
Hadir dalam sosialisasi tersebut, Komisioner Bawaslu Sulut Syamsyurizal A Musa, Komisioner Panwas Boltim dan Bolmong, Ormas, OKP, LSM, Perwakilan Pemkot Kotamobagu. (Ind)



