Heboh! Tas Terduga Berisi Bom di SPBU Tadoy, Ternyata Ini Isinya

BOLMONG— Kurang lebih tiga jam suasana di SPBU Tadoy, Kecamatan Bolaang Timur, Bolaang Mongodow (Bolmong) terbilang tegang. Pasalnya, keberadaan tas hitam yang diduga berisi bom membuat warga panik. Selama tiga jam itu pula tim gegana Polda Sulut berupaya mengungkap isi tas hitam tersebut.
Ya, suasana langsung mencair ketika salah seorang personel gegana mongobrak-abrik isi tas tersebut dan keluarnya sebuah kaos hitam dari tas. Warga langsung bersorak lega ketika melihat kaos itu.
Petugas melanjutkan pembongkaran dan isi tas tersebut hampir semua pakaian. Suasana yang mencekam sejak Selasa 22:30 Wita langsung mencair seketika pada pukul 15.00 Wita siang tadi.
Isu tas hitam yang terduga berisi bom tersebut akhirnya lenyap seketika. Itu hanya sebuah tas hitam berisi pakaian. Dari kejauhan juga terlihat polisi mengeluarkan beberapa lembar kertas dan ada foto hasil ronsen otak.
Kejadian ini bermula ketika salah seorang karyawan SPBU, Ricky, pada malam sebelumnya sedang melayani pelanggan. Tiba-tuba datang seorang lelaki tak dikenal menghampirinya.
Pria yang tak ia kenal itu membawa tas hitam tersebut. Pria itu pun menanyakan keberadaan petugas yang jaga malam. Ricky lalu menunjuk ke arah petugas jaga dan menyuruh lelaki itu
langsung menemui petugas itu.
Lelaki berbadan tinggi itu tak mengindahkan saran Ricky, lelaki itu langsung menaruh tas itu di dalam kamar di SPBU dan berlalu dengan mobil grand max berwarna silver.
Ricky dan beberapa karyawan SPBU langsung panik dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Bolaang Timur. Polisi yang turun langsung mensterilkan lokasi, hingga esok paginya.
Pada Rabu (12/7), sejak pagi polisi sudah memasang police line. Penjagaan ketat dari polisi dan sejumlah TNI tampak terlihat di sekitar SPBU. Hal ini pun menjadi tontonan warga sekitar.
Sejak lokasi steril, polisi belum mengambil tindakan apa-apa. Menunggu bantuan dari Tim Gegana Polda Sulut. Tim yang berangkat dari Manado pada Pukul 10:00 Wita ini tiba di lokasi sekitar pukul 12:15 Wita.
Sesampai di lokasi, tim gegana tampak mempersiapkan peralatan. Tak lama setelah itu, terlihat personel gegana yang menggunakan baju mirip astronot. Personel ini yang masuk ke dalam, mengaitkan tali ke tas hitam itu.
Beberapa kali gegana yang memakai baju astronot itu bolak-balik di ruangan, sementara sejumlah personel lain tampak membantu dari samping bangunan.
Setelah itu tas hitam itu berhasil ditarik keluar. Menunggu beberapa saat lalu personel gegana lainnya membuka isi tas itu. Dan akhirnya terungkap tas hitam itu bukan bom, melainkan pakaian. Tim gegana Polda Sulut langsung mengamankan tas dan isinya tersebut.
Memakan waktu sekitar tiga jam proses evakuasi. Namun ada sekitar 30 menit paling mencekam, di mana semua warga dievakuasi lebih jauh dari lokasi. Hanya beberapa tim gegana Polda Sulut yang berada di dekat tas tersebut.
Lalu lintas pun sempat terhenti selama itu. Namun setelah mengetahui isi tas, polisi langsung membuka arus lalu lintas dan warga pun bisa melihat lebih dekat dari sebelumnya.
Warga yang awalnya terlihat larut dalam suasana langsung terlihat lega. Warga saling bercengkeramah satu dengan yang lainnya, masih bercerita soal hebohnya isu bom tersebut.
Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi ketika diminta keterangan saat berada dilokasi menyampaikan banyak terimakasih kepada warga sekitar yang langsung memberikan laporan kepada pihak kepolisian setelah mengetahui kejadian tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar atas laporan kejadian ini dan koperatif saat proses evakuasi tadi. Bahkan ada warga yang naik sampai kebukit,” ungkapnya.
Dirinya mengimbau, seluruh lapisan masyarakat dan stakholder terkait untuk menjaga lingkungan, minimal lingkungan masing-masing. “Ini saya tekankan, terutama kepada orang yang tidak kita kenali. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” jelasnya.
Dirinya juga membantah jika penemuan tas yang diduga berisi bom ini terkait dengan teroris yang sudah masuk di Bolmong. “Masyarakat jangan resah dengan adanya peristiwa penemuan tas yang diduga berisi bom ini, karena tidak ada unsur teror,” ujarnya.
lanjutnya, pihaknya masi akan terus menelusuri kasus ini. “Kami akan terus menelusuri terkait kasus ini, dan akan terus dikembangkan,” tutupnya. (Ind)




