Esok Pemkab Undang Perwakilan Karyawan yang Belum Terima Gaji

BOLMOMG— Kantor Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) di-segel oleh puluhan kariawan PDAM. Mereka melakukan aksi dengan menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mencopot Direktur Utama PDAM Hasni Wantasen.
Menurut mereka, sebagai direktur, Hasni dianggap tidak bertanggung jawab atas semua permasalahan yang timbul di perusahaan milik Pemkab Bolmong tersebut. “Kami minta bupati segera memecat Direktur Utama PDAM. Sebab, dia tidak pernah memberikan solusi untuk kesejahteraan kami karyawan. Kami minta perusahaan untuk membayar tunggakan gaji sejak empat bulan lalu. Selain gaji, dana pensiun, pinjaman, BPJS juga tidak pernah disetor,” ungkap Marham Makalunsenge selaku perwakilan para kariawan PDAM dengan nada kesal, Selasa (11/7).
Terpantau, pintu kantor PDAM Bolmong yang disegel karyawan tersebut dibuka oleh pihak kepolisian. Sejumlah karyawan yang menggelar aksi protes pun langsung teriak histeris. Manurut Pihak kepolisian Polres Bolmong saat dikonformasi, pembukaan segel tersebut berdasarkan perintah Kapolres Bolmong. “Kami membuka segel kantor, karena ini fasilitas pemerintah dan juga sebagai salah satu pusat pelayanan masyarakat. Kami hanya mengimbau agar karyawan tidak melakukan aksi pengerusakan yang mengakibatkan kerugian negara,” ujar Iptu Muhammad Aspa, Anggota Intel Polres Bolmong kepada sejumlah media.
Lanjutnya, karyawan bisa menyuarakan aksi mereka. Namun, tetap pada koridor yang ada. “Silahkan saja menyuarakan aspirasi atau protes terhadap tuntutan. Tetapi jangan sampai memicu pelanggaran hukum,” katanya.
Hingga pukul 15:00 Wita, puluhan karyawan masih tetap berada di kantor PDAM untuk menunggu kedatangan pihak pemerintah dan direksi.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah dalam hal ini, Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow melalui Sekertaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang mengatakan, pihaknya besok Rabu (12/7) akan mengundang perwakilan kariawan PDAM yang belum dibayarkan gaji pensiun dan lain sebagainya. “Kami besok mengundang perwakilan kariawan yang melakukan protes ini. Karena, kami belum bisa memberi jawaban. Sampai saat ini belum mengetahui pasti duduk persoalan tersebut, tapi besok pasti kami undang mereka,” pungkasnya. (Ind)




