Penyidik KPK Temui Bupati Nganjuk

Kantor Bupati Nganjuk, Jawa Timur di Jalan Basuki Rachmat Nomor 1, Mangundikaran gempar saat lima kendaraan memasuki halaman parkir di samping pendapa, Senin, 5 Desember 2016. Sejumlah pria berompi Komisi Pemberantasan Korupsi dan anggota Kepolisian Resor Nganjuk turun dan langsung menuju pendapa.
“Pegawai sempat kaget,” kata Abdul Wahid, Kepala Kantor Kesejahteraan, Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Nganjuk yang berkantor tak jauh dari pendapa saat dihubungi Tempo.
Menurut Wahid, saat itu Bupati Nganjuk Taufiqurrahman tengah mengikuti kegiatan di Kantor Kelurahan Begadung. Namun dia bergegas kembali ke pendapa setelah seorang ajudan memberitahukan kedatangan penyidik KPK. Usai bertemu dan berbincang di pendapa, para penyidik KPK mengiringi langkah Taufiqurrahman menuju ruang kerjanya.
Pada saat bersamaan, di sebuah ruangan yang bersebelahan dengan ruang kerja Bupati, tengah berlangsung rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Nganjuk untuk menyambut kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 11 Desember dan Menteri Sosial pada 12 Desember 2016. Rapat sempat terhenti ketika Sekretaris Daerah dipanggil ke ruangan Bupati bersama penyidik KPK. Pimpinan rapat diambil alih Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
Hingga sore, penyidik KPK maupun Bupati Taifiqurrahman masih berada di dalam ruang kerjanya. Tak seorangpun yang bisa mengetahui aktivitas mereka lantaran seluruh pintu dijaga ketat aparat kepolisian. “Bahkan pintu ruangan dikunci dan kuncinya dibawa,” kata Wahid.
Selain memeriksa ruang kerja Taufiqurrahman, sebagian penyidik KPK juga memeriksa kediaman Taufiqurrahman di Jalan Kartini. Sementara dalam waktu bersamaan penyidik KPK lainnya juga mendatangi ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Ita Triwibawati yang tak lain adalah istri Taufiqurrahman.
Wahid sendiri mengaku tak mengetahui agenda pemeriksaan atas bosnya ini. Namun dia membenarkan jika beberapa waktu lalu sejumlah kepala dinas dan Bupati telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait dugaan kasus gratifikasi. Bahkan beberapa rekanan yang ditunjuk mengerjakan proyek pemerintah Nganjuk tak luput dari pemeriksaan. Juru bicara KPK belum bisa dikonfirmasi saat berita ini diturunkan. (*)
sumber: tempo.co



