Uncategorized

Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Keramat Bumbungon

received_m_mid_1471417839067_54d8e3eac7e1abd979_0
BOLMONG –  Gunung Keramat Bumbungon yang terletak di antara desa Siniyung Satu dan Transmat Kecamatan Dumoga, yang kini sangat memprihatinkan bahkan hampir tak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow (Bolmong). Hal ini, membuat  sejumlah elemen pemuda yang ada di Dumoga bersatu tergerak untuk kembali membakitkan nama Gunung Kramat Bumbungon tersebut.
Seperti cerita rakyat, gunung yang dipercayai oleh masyarakat sekitar Siniyung, Dumoga, dan Pusian  dan daerah Dumoga sebagai gunung tempat pendeklarasian kerajaan Bolmong yang sering mengirim suara mistik kolintang, sebagai peringatan sebuah kejadian apakah petaka maupun bahagia ini tampak sudah tidak terurus lagi. “Gunung ini sebenarnya sangat dihormati, dimana menurut cerita zaman dulu di gunung inilah tempat dideklarasikannya kerajaan Bolaang Mongondow,” jelas sejumlah warga.
Hal tersebut yang mendorong para elemen  pemuda yang ada di Dumoga Bersatu untuk merayakan Hut RI ke 71 di Gunung Kramat Bumbongon tersebut. Kini sejarah mencatat, Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya berkibar di Puncak Gunung Kramat Bumbungon. “Upacara yang dilaksanakan oleh unsur pemuda Dumoga memberikan nuansa tersendiri dengan pelaksanaan kegiatan upacara untuk memperingati Hut RI ke 71 di tempat bersejarah bagi peradaban di Bolmong,” ungkap para peserta.
14017609_1604965236463427_1645437873_n
Sekira pukul 08.00 Rabu (17/8) kemarin para Pemuda yang berjumlah 71 orang ini memulai perjalanan menuju puncak Gunung Kramat Bumbungon dengan berjalan kaki, mencapai puncak Gunung Kramat tersebut, memakan waktu sekira satu setenga jam dan sampai puncak sekira pukul 09.30. Sesampainya di puncak para pemuda ini langsung selaksanakan Upacara Bendera, meski tampak lelah namun semangat untuk langsung memperingati detik-detik proklamasi tetap dijalankan. Hingga sekira pukul 13.00 para pemuda turun dari puncak gunung tersebut dan berjalan aman.
Ketua Prisidium Pergerakan Pemuda Dumoga Hendra Manggopa S,Pd yang juga ketua tim mengatakan bahwa upacara dalam rangka HUT Proklamasi kemerdekaan RI ke-71 sengaja dilaksanakan di puncak Gunung kramat Bumbungon bertujuan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bolmong bahwa sebnarnya Bolmong memiliki tempat bersejarah yang suda mulai dilupakan, serta juga merupakan bentuk seruan kepada pemerintah Daerah Bolmong Bahwa jangan pernah melupakan sejarah dimana nenek moyang pertama tinggal. “Kami ingin menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda dan mengajak agar supaya mengerti dan mengetahui sejarah yang ada di wilayah Bolmong. Selain itu ini merupakan seruan kepada pemerintah Bolmong untuk tetap menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Bolmong,” ujar Manggopa.
Sementara itu, Inspektur upacara Neni Kumayas S.IP MA, mengajak kepada seluruh generasi muda Dumoga Bersatu untuk tetap menjaga dan mau melestarikan peninggalan budaya untuk menjadi bekal ilmu dan dapat diwarisi oleh generasi selanjutnya,” katanya.
Dia menambahkan, sikap cinta tanah air harus selelu menggelora didalam setiap perjuangan apalagi, pemuda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun daerah terutama melestarikan lingkungan sekitar.”Berharap agar Pemda Bolmong memperhatikan lokasi puncak Gubung Kramat Bumbungon untuk dijadikan tempat wisata Budaya di BMR,” tutupnya.
Turut ikut serta dalam kegiatan tersebut kelompok organisasi kepemudaan yakni GMNI, GMKI, Gerakan Pemuda Marhaen Bolmong, keluarga besar marhaen, forum Bela Negara, BNN, P3DB, Panwaslu Kecamatan Dumoga serta siswa siswi SMK Negeri 2 Dumoga. (sal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close