Bolmong

Forkopimcam DumBar Sidak Masker di Pasar

BOLMONG – Salah satu faktor penyebab timbulnya kasus suspek termasuk terkonfirmasi positif Covid-19 yaitu kurangnya upaya penguatan pihak terkait secara berjenjang, terhadap pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Misalnya upaya ditingkatkan desa, pemerintah desa telah menggangarkan pengadaan masker termasuk mensosialisasikan di setiap kesempatan, baik melalui acara/hajatan dengan undangan terbatas, atau melalui pengeras suara di tempat-tempat ibadah tanpa terkecuali melalui peran tenaga medis (bidan) yang ada di tiap desa, dengan maksud agar masyarakat taat terhadap protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker saat ke pasar, atau di tempat kerumunan banyak orang, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Hal ini tidak akan memberi dampak baik yang signifikan terhadap tingkat kesadaran masyarakat apabila Pemerintah ditingkatkan yang lebih tinggi tidak turut serta memberikan penguatan. Oleh karena itu, langkah penanganan dan pencegahan Covid-19 di tingkat desa mesti diperkuat oleh pemerintah di tingkat kecamatan.

Hal tersebut di atas nampak dari kegiatan pengawasan, pembinaan sekaligus sosialisasi penggunaan masker di pasar Doloduo yang dilakukan oleh Forkopimcam Dumoga Barat, Puskesmas Doloduo dan Pemerintah Desa Doloduo pada Sabtu (15/08). Camat Dumoga Barat Malpin Dako,SAP MAP mengatakan, kegiatan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah kecamatan Dumoga Barat selama ini terus digalakkan baik di tingkatkan desa dan Kecamatan. Apalagi, dengan keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakkan Hukum Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, dimana kita harus terus waspada agar dikemudian hari kita tidak dianggap lalai.

Mantan Camat Dumoga Tenggara ini menambahkan, tantangan yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat. “Tadi di pasar Doloduo kita lihat banyak yang tidak menggunakan masker, ada yang menggunakan tapi tidak menutupi mulut hingga hidung, nanti kita beri edukasi baru menyesuaikan, ada yang katanya hanya mau lewat sebentar di pasar, bahkan ratusan masker habis dibagikan tadi oleh tim medis Puskesmas Doloduo saat kita dengan pak Kapolsek, Babinsa, Puskesmas dan Pemerintah desa melakukan pengawasan dan pembinaan penggunaan masker di pasar Doloduo. Padahal masker ini kan sudah dianggarkan, diadakan dan dibagikan oleh setiap Pemerintah Desa kepada warganya, belum termasuk yang diadakan di tingkatkan Kabupaten. ”Bahkan ada beberapa oknum warga masyarakat yang kita tegur karena tidak menggunakan masker. Alasannya klasik yaitu lupa. Oleh karena itu kita akan adakan terus sosialisasi agar kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tidak hanya di lingkungan pasar, termasuk di tempat lainnya dan ini akan terus kita koordinasikan,”kata camat.

Seperti diketahui bahwa keluarnya Inpres Nomor 6 tahun 2020 seperti yang telah disebutkan di atas memberikan penggarisan bahwa kegiatan pengawasan dan pembinaan serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan tetap harus di lakukan oleh berbagai pihak apa terlebih kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow hingga saat ini sudah mencapai 28 orang, isolasi mandiri 6 orang, di rawat di rumah sakit 4 orang, sembuh 15 orang , dan meninggal dunia 3 orang berdasarkan sumber Gugus Tugas Covid-19 Bolmong. Dengan demikian, upaya sosialisasi, pengawasan hingga pembinaan terhadap penanganan dan pengendalian Covid-19 tetap harus digalakkan agar wabah ini tidak merebak hingga ke desa. (ber)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close