Wacana PBMR Kembali Menguat, Masyarakat Lolayan Minta Kantor Gubernur Dibangun di Mopait

BOLMONG– Wacana penggabungan Kecamatan Lolayan ke Kotamobagu untuk memenuhi persyaratan administratif luas wilayah calon Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR), mulai mengemuka lagi.
Betapa tidak, saat ini kalangan pemuda setempat menilai penggabungan harus dilakukan dengan berbagai syarat. “Jika Kecamatan Lolayan harus di lebur ke kotamobagu untuk kepentingan PBMR, maka peluang pembangunan kantor gubernur dan terminal tipe A sangat terbuka luas,” kata Ali Kobandaha, tokoh pemuda di Kecamatan Lolayan Kamis (7/12).
Dirinya menilai, ada lahan seluas 60 hektar eks lapangan terbang di Desa Mopait. “Pembangunan kantor gubernur dan terminal tipe A sangat tepat di desa mopait karena ada lahan seluas 60 haktare yang terletak di jalur trans, yang menghubungkan jalur transportasi ke berbagai daerah,” ungkapnya.
Dirinya meminta, agar ada pembangunan perguruan tinggi dan keterwakilan dua kantor lainya. “Bisa juga dibangun perguruan tinggi, kantor Dinas Pertambangan dan ESDM Provinsi BMR maupun Dinas Pertanian. Karena sektor ini lebih banyak di lolayan,” harapnya.
Seperti diketahui, wacana terbentuknya PBMR pada tahun 2018 mendatang semakin menguat. Sehingga, rencana penggabungan Kecamatan Lolayan ke Kotamobagu menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat saat ini. (Ind)



