Relokasi Pasar Lolak Masih Pro Kontra

LOLAK– Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) terkait perpindahan pasar Lolak ke Lokasi pasar baru Dulangon menuai pro kontra dari pedagang maupun masyarakat. Pasalnya, keberadaan lokasi pasar Dulagon tersebut dinilai jauh.
Hal inipun dinilai menggangu produktivitas dan berpotensi mempengaruhi pendapatan para pedagang. “Di sini saja sedikit pembeli, apalagi kalau dipindah ke sana. Tempatnya jauh. Apalagi sekarang sudah banyak yang jualan di mobil keliling. Takutnya jualan tak laku,” ungkap sejumlah pedangang.
Senada, salah satu pedagang Rahayu Pondaag mengatakan, kalau memang harus pindah, pemerintah harus melakukan persiapkan yang lebih matang. “Harusnya pemerintah memberikan kami penggantian yang sepadan agar kami siap di tempat baru,” katanya.
Ditambahkan, kalau penduduk sudah semakin banyak serta terminal telah ada, dirinya akan lebih berlapang dada untuk pindah. “Ini masih sunyi begini. Masih di sini saja orang-orang yang sama saja yang membeli. Apalagi kalau pindah, kasian kami pedagang,” keluhnya.
Keluhan para pedagang justru diamini beberapa pembeli. Kata mereka, bila segera dipindahkan, biaya transport akan lebih banyak hanya untuk ke pasar. “Naik bentor mahal. Dari Lalow saja ke pasar sudah Rp 10 ribu. Apalagi kalau pasar di pindah di Dulangon. Lebih jauh, pasti lebih mahal ongkosnya,” ucap salah satu konsumen yang enggan ditulis namanya.
Hal berbeda dengan Farini Lapadengan, dirinya justru mendukung rencana perpindahan pasar ke Dulangon. Menurutnya, di pasar baru penataannya lebih terjamin, kenyamanan, bahkan pembeli pasti meningkat. “Kan kalau, penataan pasar bagus, pelanggan juga juga senang berbelanja di pasar,” tuturnya.
Terpantau, pasar yang berlokasi di pusat kota Lolak ini memang tak teratur. Dalam jam-jam sibuk, beberapa lapak pedagang yang berdiri seadanya, terlihat semrawut. Bahkan, jalan menjadi sempit karena lapak telah memakan badan jalan yang bisa menyulitkan kendaraan untuk masuk maupun lewat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Energi Sumberdaya Mineral, George Tanor menjelaskan, pihaknya masih menginventarisir pedagang di Pasar Lolak tersebut. “Baik yang menggunakan kios maupun lapak. Karena akan dialihkan di tempat baru. Prioritas kami yakni pedagang yang telah tercatat di dinas kami,” katanya.
Ditambahkan, bangunan yang terdiri dari sembilan barak dan 36 kios tipe A, B dan C ini telah siap pakai. Saat ini tinggal menunggu kesiapan jalan dari Dinas PU. Pembangunan tersebut jalan pada semester satu tahun 2017 ini. “Kalau jalan sudah siap, otomatis dipindahkan. Kita masih menunggu dari Dinas PU untuk membangun jalan masuk,” jelasnya.
Dirinya mengakui adanya pro dan kontra terkait relokasi ini. Namun program ini untuk menunjang pembangunan di Ibukota Kabupaten Bolmong ini. “Ini untuk pertumbuhan daerah. Kebijakan ini untuk kebaikan bersama. Para pemangku kepentingan agar sama-sama saling menopang untuk kemajuan daerah kita,” tandasnya.
Diketahui, pembangunan pasar baru di Dulangon telah siap pakai, dan tinggal menunggu akses jalan masuk yang belum memadai. (Ind)



