Kotamobagu

Lahan Pertanian yang Luas, Upai Potensi Pengembangan Wisata Agro

Tampak petani sedang memetik buah kakao (coklat) di perkebunan Kelurahan Upai.

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU- Luas wilayah perkebunan dan pertanian yang mencapai kurang lebih 500 Hektar menjadi modal tersendiri bagi warga Kelurahan Upai, Kotamobagu Utara, untuk pengembangan usaha budi daya tanaman holtikultura.

Dari sejumlah jenis tanaman yang paling dominan ditanam warga saat ini, yakni jenis tanaman kakao dan kelapa. Namun, tak sedikit juga para warga yang berprofesi sebagai petani menanam jagung dan cabe. Selain itu Kelurahan upai juga memiliki areal persawahan sekira puluhan hektar.

Menurut Lurah Upai, Ridwan Mokoagow menjelaskan, sekarang ini perkebunan Upai menjadi salah satu sentra produksi tanaman Kakao di Kotamobagu. Dimana dulunya juga, merupakan penghasil Kopi diwilayah Kotamobagu.

“Jika dihitung hasil produksi kakao per panen bisa sampai satu hingga dua ton. Untuk pengembangan wisata agro memang di lokasi perkebunan Upai ini sangat bagus sekali,” ujar Mokogoaw, Senin (23/4).

Ia menjelaskan, akses jalan masuk wilayah perkebunan pun yang menjadi pendukung sudah ada. Sehingga sangat memungkinkan untuk para wisatawan untuk masuk melihat kondisi areal perkebunan dan jenis tanaman warga.

“Jalan perkebunanan sudah tembus hingga ke Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur. Begitu juga dari arah Kelurahan Biga sampai ke perkebunan Upai sudah ada jalan. Sekarang saja mobil bisa masuk hingga ke lokasi kebun,” jelasnya.

Terpisah, Ilham Laoh salah satu petani mengatakan, yang dibutuhkan oleh para petani, tinggal penataan tanaman, pemeliharaan dan pemilihan jenis tanaman yang cocok dengan struktur tanah dan iklim yang ada di lokasi perkebunan Upai.

“Agar hasilnya maksimal butuh dilakukannya pendamping secara rutin kepada para petani. Termasuk memilih jenis tanaman yang baik agar hasil produksinya juga baik. Sehingga nantinya jika menjadi lokasi wisata agro di Kotamobagu hasilnya juga akan baik,” katanya.

Ia berharap, potensi ini bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. “Selain menambah PAD, jika nantinya wilayah perkebunan ini akan menjadi lokasi wisata agro, juga akan meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para petani,” tuturnya. (ddj)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: