Bolmong

Burung Maleo Terancam Punah

maleo

BOLMONG – Maleo senkawor atau maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong yang berukuran sedang, dengan panjang sekira 55 sentimeter, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Kini, burung unik ini mulai terancam punah.

Itulah burung maleo. Burung unik itu ternyata hidup di pegunungan Mokintop Desa Pinonobatuan dan muara Pusian Desa Pusian Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Bahkan, burung tersebut terus berkembang biak hingga dilakukan penangkaran oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Tak hanya itu, maleo Dumoga Timur sudah banyak diteliti para ahli dari berbagai universitas dan ahli internasional, termasuk ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengambil gelar Doktor. “Memang banyak tertarik dengan maleo di wilayah ini, tetapi kami selalu imbau warga untuk tidak sembarang ambil spesies ini. Apalagi sejenis burung gosong yang dilindungi,” kata Camat Dumoga Timur Jootje Tumalun.

Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang, dengan ukuran telur burung maleo beratnya sekitar 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekira 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam. Namun, saat ini mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil oleh manusia. “Pemkab Bolmong dan balai TNBNW terus melakukan sosialisasi agar maleo terus berkembang biak,” kata Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yanny Ronny Tuuk. (sal)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: