Bolmong

Diduga Sebar Fitnah, Direktur RSUD Datoe Binangkang Laporkan IN

Direktur RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, dr. Debby Cintia Dewi Kulo, melapor di Polsek Lolak.

BOLMONG – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang Bolaang Mongondow (Bolmong) dr Debby Kulo melaporkan pria berinisial IN ke Polsek Lolak, Jumat (19/6). IN diduga menyebarkan informasi tidak benar melalui media massa. Dalam surat tanda bukti laporan (TBL) nomor: LP/64/VI/2020/Polda Sulut/Res BM/Sek Lolak, tanggal 19 Juni 2020, yang diterima pelapor, IN melakukan perekaman video di ruangan penanganan medis RSUD, namun IN sudah diingatkan untuk tidak melakukan perekaman karena melanggar privasi pasien. Kronologinya, sekitar pukul 19.30 WITA, seorang pasien masuk ke IGD dengan keluhan tidak bisa buang air kecil, yang didampingi 4 orang keluarga. Pihak RSUD Datoe Binangkang kemudian menjelaskan ke salah satu keluarga pasien terkait jam besuk. “Dokter yang bertugas saat itu menjelaskan bahwa tidak ada jam besuk pasien. IN kemudian mengeluarkan ponselnya dan merekam,” kata Deby menceritakan kronologinya.

Pihak manajemen RSUD sudah penringati IN tidak boleh merekam video tanpa izin. ”Salah satu keluarga pasien juga mengingatkan IN agar tidak merekam, dan menghapus ganbar yang sudah terlanjur direkam,” imbuhnya. Sementara itu, tim kuasa hukum Pemkab Bolmong melalui Kasubbag Bantuan Hukun dan HAM Adrian Oday SH MH mengatakan, saat itu tim medis sedang melakukan tindakan medis, namun IN mengajak diskusi tim medis dan menanyakan kegiatan tim Gugus Tugas Covid-19. ”Padahal sudah ada penjelasan dari pihak manajemen, bahwa saat itu hanya tim medis yang bertugas di IGD dalam hal penindakan medis, dan diarahkan menemui tim Gugus Tugas Covid-19, tapi bersangkutan ngotot tetap bertanya,” kata Adrian. “Salah satu dokter jaga refleks memgambil telepon genggamnya dan menegur untuk tidak mengambil rekaman di area IGD, ada juga keluarga pasien yang turut menegur tindakan tersebut sehingga rekaman videonya kemudian dihapus atas persetujuan IN,” urai Adrian.

Lanjutnya lagi, tidak benar ada tindakan merampas kamera. “Handphone yang diambil dan atas persetujuan IN. Yang dihapus pun rekaman di dalam IGD, bukan video lain di HP itu,” imbuh Adrian. Apalagi, menurutnya, telah terpampang jelas pengumuman bahwa di wilayah IGD dilarang untuk mengambil foto/video karena bertentangan dengan UU nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. dr Debby Cintia Dewi Kulo sebagai Direktur RSUD Datoe Binangkang, melaporkan IN karena diduga melakukan pelanggaran sesuai Undang-Undang No 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Dikonfirmasi terpisah, Waka Polres Bolmong Kompol Syaiful Wachid SIK, membenarkan adanya laporan tersebut. Dengan mengatakan akan menindaklanjuti secara normatif dan prosedural sesuai mekanisme penyidikan yang berlaku. “Kami ipastikan penyidikan profesional, proporsional, transparan dan akuntabel. Sesuai tupoksi Polri sebagai pelayan pelindung pengayom masyarakat,” kata Akpol jebolan tahun 2005 ini. (sal)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: