BMRKotamobagu

Ahli IT Mabes Polri Puji Pemkot Terapkan Pelayanan Berbasis IT

AKBP Mohammad Nuh, MSc, Ahli IT Mabes Polri.

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU– Komitmen pemerintah Kota Kotamobagu membina bidang Informasi dan Teknologi dalam   sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik mendapat apresiasi dari salah satu ahli IT Mabes Polri AKBP Muhammad Nuh Al Azhar,Msc,CHFL,CEI,ECIH.

Menurut salah satu nara sumber dalam kegiatan seminar tentang e-Government dan Smart City ini, Pemerintah Kotamobagu saat ini merupakan salah satu Pemda di Indonesia yang giat dan aktif membina bidang Informasi dan Tekhnologi (IT).

“Setahu saya pemda yang giat dan aktif membina IT itu tidak banyak di Indonesia, dari jumlah yang sedikit itu salah satunya Kotamobagu, makanya saya bilang bagus. Karena sekarang sudah jamannya digital, harusnya pemda yang lain juga ikut seperti Pemerintah Kotamobagu,” ucap Nuh.

Selain itu untuk  Smart City, Mohamad Nuh mengatakan bukan hanya sisi Development atau pengembangan saja, tapi  sisi keamanan data (Security) juga harus menjadi perhatian.

“Bicara smart city, bukan hanya development atau pengembangannya saja, namun dalam dunia Cyber juga ada istilah security. Jadi, sistem yang dibangun oleh Pemda juga harus difikirkan bagaimanan tingkat keamanannya. Memang tidak ada sistem yang sempurna, tapi paling tidak ada skema untuk selalu mengevaluasi sistem keamanannya,” jelas salah satu saksi ahli dalam kasus Kopi “Maut” Mirna.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kotamobagu, Ahmad Yani Umar mengatakan penerapan e- Government dan smart city di Kotamobagu tak lepas dari komitmen Pimpinan daerah dalam mendorong program ini bisa berjalan dengan kebijakan anggaran yang memadai.

“Semua tak lepas dari komitmen pimpinan yang dibarengi dengan kebijakan anggaran dalam rangka mensukseskan program smart city dengan mambangun data center,” kata Umar.

Selain itu menurutnya, untuk penerapan sistem tersebut tentunya harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli  yang memadai, disamping penguatan regulasi. “ Disamping adanya pengatan regulasi, semua juga harus ditunjang infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai,” jelasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Novotel Manado tersebut dihadiri Tim Jakarta Smart City, Diskominfo Kabupaten Banyuasin dan Provinsi NTB, Bappeda Se-Sulut, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), serta Diskominfo se- Sulut. (ddj/kominfo)

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: