Cari Solusi Tambang Emas Bakan, Bupati Berdialog dengan Masyarakat

BOLMONG— Permasalahan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Bakan diseriusi. Buktinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta masyarakat lingkar tambang menggelar rapat koordinasi di Balai Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Selasa (12/6).
Rakor dipimpin langsung Bupati Bolmong Yasti Soepardjo Mokoagow. Bupati berdialog langusung bersama masyarakat  lingkar tambang serta Forkompinda guna mencari solusi terkait lokasi tambang rakyat di Bakan ini.  Bupati mengaku sudah bertemu Menteri ESDM, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Perusahaan JRBM, serta instansi terkait dalam menyelesaikan masalah di Bakan demi kesejahteraan masyarakat Bolmong serta penambang agar safety. “Saat ini Pemkab Bolmong tidak punya kewenangan apapun untuk menerbitkan izin pertambangan. Jadi harus melalui pemerintah Provinsi berdasarkan pengusulan,” ungkap Yasti.
Menurutnya, Bolmong adalah wilayah pertambangan, namun ironisnya Bolmong tidak punya pertambangan rakyat. Dia menjelaskan, saat ini ada dua masalah yang dihadapi untuk menyelesaikan masalah tambang emas di Bakan. Pertama berdasarkan aturan Undang-Undang pertambangan. “Namun haru disryukuri, sebab berdasarkan penyampaian masyarakat bahwa sejak 30 tahun lalu telah melakukan aktivitas tambang di wilayah tersebut. Sehingga jadi acuan saat mengajukan izin tambang rakyat ke pemerintah,” jelasnya.
Dia menambahkan, wilayah Bakan juga masuk wilayah kontrak karya perusahaan dalam mengelola emas, sehingga perlu dibicarakan secara serius. “Jadi, saya yakin hak masyarakat Bolmong khususunya di Bakan masih bisa memperjuangkan,” katanya.
Lanjut Yasti, untuk merubah undang-undang konsekuensinya sangat berat dan panjang. Bahkan tidak akan cukup waktunya selama memimpin Kabupaten Bolmong. Dihadapan masyarakat Yasti memberikan tawaran solusi kepada masyarakat dan pengelola tambang untuk memberikan surat lahan tersebut untuk diteruskan kepada Gubernur. “Saya bisa memebrikan kepada pak Gubernur apabila surat sudah ada, terkait permintaan masyarakat untuk dibuatkan tambang rakyat dan jadi pegangan demi memperjuangkan kepentingan masyarakat Bolmong,” jelasnya.
Ditambahkan,  apabila masyarakat belum mengerti nantinya bisa tanyakan ke daerah dan tentunya daerah akan membantu. “Kalau suratnya tidak ada, maka saya tidak bisa menyampaikan kepada Gubernur Olly sebab pikirnya ini usulan Bupati bukan masyarakat,” terangnya.
Tawaran solusi lainnya, Bupati akan melakukan pertemuan dengan Gubernur, Kapolda, Kapolres, Dandim, dan pemilik Tambang untuk segera menyelesaikan masalah ini. “Nantinya selesai lebaran, saya akan bertemu Gubernur untuk melaporkan hasil pertemuan dengan masyarakat dan penambang di Bakan,” katanya.
Sekadar diketahui, hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani Siaahan, Dandim Bolmong Letkol Inf Sigit Cahyono, Kejari Kotamobagu, Ketua Dewan Bolmong Welty Komaling, Sekda Bolmong Tahlis Galang, bersama jajaran SKPD Bolmong. Beberapa anggota dewan Bolmong, para Danramil, para Kapolsek, masyarakat Bakan, tokoh agama, tokoh masyarakat Bakan, para Sangadi Kecamatan Lolayan, dan tamu undangan pengelolah tambang.  (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: