Rusaknya Alat Peraga Kampanye, Kinerja Panwaslu Kotamobagu Disorot

 

Terlihat APK berupa baliho Paslon calon wali kota dan wakil wali kota Kotamobagu yang rusak.

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU– Rusaknya sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota yang dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU)di sejumlah titik, mendapat tanggapan dari tokoh pemuda Kopandakan I, Khano Tontolawa.

Menurut Khano, rusaknya baliho kedua pasangan calon (Paslon) yakni Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) dan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDi-JO) yang terjadi di beberapa desa dan kelurahan berbeda, menunjukan bahwa kinerja Panwaslu kurang maksimal.

“Kinerja Panwaslu kurang maksimal. Terbukti banyak baliho yang rusak tapi sampai hari ini belum berhasil diungkap siapa pelakunya. Panwaslu harus segera melakukan penyelidikan, karena kalau kondisi ini dibiarkan bukan tidak mungkin semua baliho yang dipasang di tiap desa dan kelurahan akan rusak. Ini juga berpotensi terjadi konflik antar sesama pendukung,” kata Tokoh Pemuda Desa Kopandakan I, Kano Tontolawa.

Menanggapinya, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Musly Mokoginta, mengaku pihaknya belum mendapat laporan resmi soal dugaan pengrusakan baliho yang terjadi di sejumlah desa dan kelurahan. “Sudah ada yang menyampaikan, tapi baru sekadar informasi saja. Laporan resminya belum ada. Sampai saat ini juga belum diketahui siap pelaku pengrusakan itu,” kata Musly, kemarin.

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang melakukan investigasi lapangan untuk mengungkap pelaku pengrusakan baliho.

“Kita juga sudah sampaikan jika ada saksi yang melihat, silahkan sampaikan ke Panwaslu Kecamatan atau langsung ke kami (Panwaslu Kotamobagu),” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU), Iwan Manoppo, mengatakan baliho yang rusak boleh diganti oleh tim pasangan calon masing-masing. Namun sebelum melakukan penggantian, tim pasangan calon harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan KPU.

“Sesuai PKPU, KPU tidak lagi melakukan penggantian baliho yang rusak. Tapi tim paslon boleh menggantinya, namun harus koordinasi dulu dengan KPU dan ukuran, bentuk, besar serta materinya yang sama dengan yang kami pasang,” katanya.

Ditambahkannya, hingga saat ini belum tim pasangan calon baik TB-NK maupun JaDI-JO yang berkoordinasi dengan pihaknya untuk mengganti baliho yang rusak. “Belum ada yang berkoordinasi sampai saat ini,” tambahnya. (ddj)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: