Pemkab Bolmong Fokus Peningkatan Ekowisata

BOLMONG— Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Tahlis Gallang hadiri kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Ekowisata di Desa Penyangga Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), di Aula Gedung Bobakidan Inaton Garden Hotel Tamasya, Kotamobagu, Kamis (1/2).
Dalam sambutannya, Tahlis mengatakan, Pemkab Bolmong sangat memberikan apresiasi kepada TNBNW atas pelaksanaan kegiatan ini. Apalagi kata Tahlis, saat ini Pemkab telah menyelesaikan Musrembang tingkat Kecamatan. Kata dia, dengan adanya kegiatan ini sangat berkaitan dengan musrembang dalam setiap perencanaan program yang akan dilaksanakan di tiap desa yang ada di Bolmong.
“Dana APBD Bolmong saat ini mencapai Rp 1 Triliun lebih, beberapa persen dari APBD ini pastinya dianggarkan untuk peningkatan dan pembangunan ekowisata TNBNW. Karena ada beberapa potensi yang ada di dalam kawasan baik satwa maupun faunanya, tapi menjadi tantangan juga karena sudah banyak gangguan yang terjadi,” ungkapnya.
Ditambahkan, di dalam RPJPD 2017-2022 juga sudah ditata pembangunan ekowisata dan pariwisata menjadi sektor unggulan Pemkab Bolmong.  “Kebijakan penataan ruang di Bolmong untuk mengelola SDA dan mengembangkan kegiatan ekowisata juga sudah melakukan study komparansi terkait pengelolaan ekowisata. Salah satunya ke Cagar alam Tangkoko, direncanakan dilakukan ekowisata petualang. Tapi kata Tahlis, menjadi pertayaannya apakah tidak mengganggu dengan kawasan. Ini yang masih kami koordinasikan,” jelasnya.
Lanjutnya, peningkatan ekowisata petualang akan menjadi fokus Pemkab Bolmong untuk dikembangkan, serta pemberdayaan masyarakat dilingkungan kawasan Taman.  “Untuk itu Pemkab butuh sinergitas bersama Balai Taman untuk mengembangkan sektor pariwisata. Antara lain pengembangan penangkaran Telur Burung Maleo di TNBNW yang ada di Desa Tambun Kecamatan Dumoga Barat, wisata Pulau Tiga Melang dan Agrowisata Kecamatan Passi Timur,” tuturnya.
 
Sementara itu, Kepala Balai TNBNW Lukita Awang Nisyantara menyatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkab Bolmong atas dukungan untuk mengembangkan sektor ekowisata dan pariwisata. “Masih sering terjadi perbedaan persepsi antara Balai Taman dan masyarakat, terkait fungsi hutan. Yaitu Hutan Produksi, Hutan Lindung dan Taman Nasional. Menurutnya, jenis usaha ekowisata yang bisa dilakukan dalam kawasan taman adalah jasa wisata alam dan sarana wisata alam. Seperti halnya ada di site Mengkang, Toraut dan Tambun, ini bisa menjadi keuntungan tersendiri untuk msayarakat dalan peningkatan ekonomi,” kata Lukita.
Sekadar informasi, hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Bolmong Tahlis Gallang, Kepala Balai Taman Nasional Lukita Awang Nisyantara dan jajaran Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, tim EPASS, Kepala Dinas Pariwisata Bolmong, perwakilan Dinas PUTR Bolmong, yayasan Bobato, para Camat dan Kepala Desa yang berada di daerah penyangga kawasan TNBNW. (Ind/adv)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: