Pelaku Penganiayan Kepsek SMP Negeri 4 Terancam Lima Tahun Penjara

BOLMONG— Kasus penganiayaan yang dilakukan orang tua siswa, DP alias Delmar (41) kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Lolak Astri Tampi (57), Selasa (13/2) sekira pukul 09:30 pagi kemarin, terus berlanjut. Diketahui, keduanya adalah warga Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Pantauan ProBMR.com, Rabu (14/2) siang, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lolak, melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka Rabu (14/2) di ruang pemeriksaan.
Kapolsek Lolak AKP Suharno mengatakan, saat ini, tersangka masih dalam rangkaian pemeriksaan. Katanya, hari ini juga pihak Polsek akan memeriksa para saksi dan tersangka, sambil menunggu hasil visum dari dokter, apakah mengakibatkan cacat atau tidak kepada korban. “Ya, masih dalam pemeriksaan. Tersangka bisa dijerat dengan Undang-Undang 351 ayat 1, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ungkap Suharno.
Menurutnya, berdasarkan interogasi awal, tersangka terbawah emosi saat diminta Kepsek untuk membuat surat pernyataan atas anak tersangka yang diduga menggunggah di media sosial (facebook) alat tes kehamilan. Namun tersangka tidak mau menandatangani surat pernyataan sampai emosi dan menganiaya korban dengan sebuah meja kaca yang ada di ruangan Kepsek. “Meja kacanya diangkat oleh pelaku ke arah korban, kemudian kaki-kaki meja digunakan untuk memukul korban,” jelasnya.
Terpantau, ruangan Kepsek berhamburan dengan pecahan kaca meja, terlihat juga percikan-percikan darah di lantai hingga kursi-kursi. Terinformasih, korban di rujuk ke rumah sakit kandow Manado untuk pengobatan.
Di sisi lain, Nursiah Saka salah satu guru di SMP Negeri 4 Lolak yang juga didampingi beberapa guru menerangkan, awalnya tersangka datang ke sekolah terlihat biasa saja. “Jadi, tersangka datang di sekolah terlihat biasa dan ramah, serta memberikan salam kepada guru-guru di sekolah, jadi kami tidak ada kecurigaan apa-apa,” bebernya.
Setelah itu kata dia, tersangka masuk ke ruangan kepsek, dan di dalam ruangan Kepsek hanya ada mereka berdua, sementara anak tersangka dan beberapa guru sedang berada di ruang guru. “Selang beberapa saat kurang lebih pukul 10.00 wita jam istirahat, maka terdengarlah suara pertengkaran dan pecah kaca di ruangan kepsek. Saat itu juga, anak tersangka yang duduk di kelas II SMP (wanita) langsung berusaha melerai ayahnya dan memeluknya untuk tidak melakukan pemukulan terhadap kepsek. Saat kami masuk ruangan, kepsek sudah terluka dan berdarah sehingga saya tidak bisa menggambarkan kejadian saat itu,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Jones Mangare Ketua Komite SMP Negeri 4 Lolak mengaku tak meduga mental orang tua siswa seperti ini. “Saya menjadi ketua komite sejak sekolah tahun 2008 dan komunikasi dengan para  orang tua siswa tetap terjalin baik,” katanya.
Kami secara penuh menyerahkan kasus ini, kepada pihak kepolisian. Katanya, hal ini pertama kali, dan dalam waktu dekat ini,  sekolah akan  mengundang semua orang tua siswa untuk untuk rapat dengan guru-guru bersama dengan pihak kepolisian serta Dinas Pendidikan, untuk membahas masalah ini.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta sangat menyangkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, tidak sepantasnya masih ada mental orang tua murid seperti itu. “Kami mengecam keras kejadian itu, dan kami meminta pihak kepolisian untuk segera memprosesnya secara hukum. Di samping itu, pihak kami juga telah menyiapkan pendampingan hukum untuk korban,” tegasnya. (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: