Wali Kota Sesalkan, PLN Tebang Pohon Tanpa Koordinasi

 

Ir. Tatong Bara

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU– Wali Kota Kotaobagu, Ir. Tatong Bara menyesalkan sikap PLN yang menebang pohon perindang yang ditanam Pemerintah Kota (Pemkot), tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemkota.

“PLN mengirim surat pemberitahuan bahwa ada pemadaman listrik dan penebangan pohon. Tapi surat itu hanya dilayangkan saja, tanpa koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah. Harusnya saat penebangan ada dari pemerintah di situ,” kata Wali Kota, sebelum entry meeting dengan BPK, di Aula Rumah Dinas Walikota, Rabu (7/2).

Wali Kota mengakui, penebangan pohon itu bukan baru pertama kali, tapi sudah dilakukan berulang kali. “Bukan begitu caranya. Bagaimana kalau kabel PLN kita potong. Di Sinindian, pohon ditebang tanpa ukuran, dan jaraknya sudah sangat jauh dari kabel. Harusnya pucuknya saja yang dikurangi. Setelah saya cek, lurah dan camat tidak ada, Dinas Lingkungan Hidup juga tidak mengetahuinya. Mereka (PLN) tidak boleh sembarang potong pohon. Kalau begitu, PLN datang tebang pohon, telkom juga begitu. Lama-lama habis pohon yang kita tanam,” tegas Wali Kota.

Selain menebang tanpa koordinasi, sampah atau sisa ranting dan daun tak diangkat dan dibiarkan di pinggir jalan. “Pohon dipotong, sampahnya dibiarkan. Padahal kita sekarang sedang giat-giatnya menjaga kebersihan,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup, Camat dan sangadi-lurah untuk bertanggung jawab terhadap pohon-pohon yang ditanam di pinggir jalan. “Camat, lurah dan sangadi tolong dijaga. Hak PLN hanya memutus kabel bukan menebang pohon yang kita tanam,” tambah Wali Kota.

Terpisah, saat dikonfirmasi Asisten Manajer PLN Area Kotamobagu, Leo Manurung, mengungkapkan penebangan pohon yang dilakukan itu bertujuan untuk menjaga keandalan distribusi listrik sesuai ROW, serta meminimalisir bahaya sengatan listrik bagi masyarakat akibat sentuhan pohon yang mendekat ke jaringan.

“Koordinasi dengan Pemkot dalam hal ini BLH selalu terjalin. Di awal tahun juga kami sudah menyurat ke seluruh sangadi dan lurah. Kami belum menerima komplain secara langsung dari lurah atau sangadi,” katanya.

Ia mengakui, pihaknya siap memperbaiki pola koordinasi dengan Pemkot Kotamobagu jika itu perlu ditingkatkan. “Pola koordinasi dan komunikasi sudah terjalin baik, karena tidak ada keuntungan sedikitpun untuk PLN memangkas atau menebang pohon yang tidak berpotensi menyebabkan gangguan sehingga berdampak terhadap pemadaman,” tambahnya.(ddj)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: