Bocah 7 Tahun Diperkosa, Komisi III: Cerminan Degradasi Masyarakat

YK (28), pemerkosa bocah perempuan 7 tahun di Jayapura, sudah melakukan kejahatan sejak 2015. Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa mengajak semua pihak untuk melindungi anak-anak agar terhindar dari incaran pedofilia.
“Ya kan hari ini ada fenomena, ini bukan tugas pokok polisi, ini tugas semua warga negara,” kata Desmond saat dihubungi , Rabu (11/10/2017) malam.

Desmond menambahkan saat kunjungannya ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Ambon dua bulan lalu, ia melihat lebih dari 10 anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipenjara akibat kasus pemerkosaan. Menurutnya hal itu sangat memprihatinkan karena menunjukkan degradasi moral. “Saat saya kunjungan ke lapas yang terjadi anak_anak banyak sekali, mereka melakukan pemerkosaan membuat anak itu dalam usia SMP sudah dipenjara, lebih dari 10 saya lihat waktu ke Ambon 2 bulan lalu. Ini kan contoh cerminan bahwa ada degradasi masyarakat dengan kebebasan nonton film dan macam-macam,” ujarnya.

Menurutnya semua agar masayarakat juga harus berperan aktif, tidak melulu semua menjadi tanggungjawab pemerintah. Dia mengajak semua pihak terlibat menjaga anak-anak.
“Ini kesadaran bersama, bukan hanya polisi saja, semua tokoh agama harus sadar, jangan semua terjebak ke presiden, hingga keagamaan dijadikan alat politik. Hari ini kita bicara kemasyarakatan yang rusak, kok jadi politik semua,” urainya. Desmond juga menyoroti hukuman bagi pelaku pemerkosaan tidak memberikan efek jera. Dia berharap bimbingan masyarakat (binmas) di setiap lingkungan masyarakat diefektifkan kembali. Dia menambahkan saat ini bangsa Indonesia membutuhkan keteladanan dan kepemimpinan. Bukan hanya bicara melainkan pada aksi nyata untuk menunjukkan cinta Pancasila.

“Saya pikir bukan efek jera yang kita butuhkan, tapi kepemimpinan, keteladanan, dan bagaimana mengkoordinasikan penyelamatan kepada anak-anak kita. Ini sebuah simbolisasi bersama, bukan terjebak pada saya pancasila. Jangan hidup terjebak performa ‘Saya Pancasila Saya Indonesia’,” ujarnya.

detik.com

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: