Pasar Senggol Resmi Dibuka di Lolak

IMG-20170616-WA0001

BOLMONG– Pasar senggol di Lolak resmi dibuka oleh panitia pasar senggol di Kota Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (16/6), di pasar Lolak.

Sekretaris panitia pasar senggol Soepandi Damogalad mengatakan, dalam pelaksanaan tersebut pihaknya telah menyurat ke Dinas Perindusterian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Perhubungan (Dishub).  “Ya, Disperindag-ESDM sebetulnya belum mengeluarkan rekomendasi. Namun, sesuai hasil rapat pada hari Selasa (13/6) lalu, kegiatan pasar senggol sudah bisa dilaksanakan. Sedangkan Dishub telah mengeluarkan Izin terkait penggunaan badan jalan,” ujarnya.

Ditambahkan, ini adalah kesembilan kali pihaknya melaksanakan pasar senggol di bulan Ramdhan. “Kemungkina pasar senggol akan dilaksanakan selama kurang lebih 10 hari. Untuk para pedagang pasar ini ada yang berasal dari Kota Kotamobagu, Tompaso Baru, Manado, Tomohon, Poigar, Minahasa dan Lolak,” tambahnya.

Lanjutnya, setelah kegiatan selesai pihaknya langsung akan menyetor retribusi ke daerah. Sedangkan untuk pengamanan pihaknya melibatkan pemuda GP Ansor yang berasal dari empat Desa masing-masing. Desa Lolak, Desa Lolak Tombolango, Desa Mongkoinit dan Desa Motabang, Polsek Lolak, POM dan Koramil Lolak.

“Setelah kegiatan ini berakhir kami langsung menyetor ke daerah, awalanya sih, terkait pasar senggol ini ada pedagang lokal di pasar Lolak yang menolak pasar. Tapi kami sudah berdiskusi lebih jauh, bermusyawarah, dan telah mencapai mufakat antar kedua bela pihak,” bebernya.

Semenatara itu, Kepala Dsperindag-ESDM George Tanor melalui Kepala Bidang Perdagangan Helmidha Mokodongan menjelaskan. Sesuai hasil rapat bersama yang dilaksanakan pada hari Selasa lalu, asisten ekonomi pembangunan Setda, Disperindag-ESDM, Dinas Perhubungan, Kapolsek Lolak, Kasie Trantib, Camat Lolak dan toko masyarakat sepakat bahwa pelaksanaan pasar senggol akan dimulai pada tanggal 15 Juni 2017. “Tujuan pasar senggol ini sebenarnya supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan sandang dan pangan menjelang Idul Fitri, ini juga sebagaia ajang perputaran uang di Lolak, juga sebagai promosi bahwa ibukota Bolmong berada di Lolak,” katanya.

Ditambahkan Helmidha, jumlah lapak yang tersedia panitia yang tahu, dinas tidak terlibat dalam penjualan lapak, semuanya diserahkan ke panitia. “Kami tidak menarik retribusi di pasar senggol. Petugas dari dinas akan mengawasi pasar senggol sebatas tupoksi dan hanya dilakukan di jam kerja saja,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Jultje Tumanduk mengungkapakan. Dengan adanya pasar senggol ini pihaknya mendukung penuh asalkan tidak ada masalah antara pedagang dan masyarakat. “Ya, kami mendukung penuh program panitia ini. Asalkan bisa dipergunakan dengan baik, ini juga lebih baik agar supaya masyarakat tidak lagi jauh-jauh berbelanja. Karena di Lolak sudah ada pasar senggol,” tutupnya. (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: