Meski Disorot DPRD, Pemkot Tetap Ngotot Soal Relokasi Pasar Senggol

Suasana rapat dengar pendapat DPRD Kotamobagu dengan Perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu yang membhasa soal pasar senggol.
Suasana rapat dengar pendapat DPRD Kotamobagu dengan Perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu yang membhasa soal pasar senggol.

PROBMR.COM, KOTAMOBAGU– Keputusan Pemerintah Kota Kotamobagu yang merelokasi pelaksanaan Pasar Senggol  dari Gogagoman ke Poyow Kecil, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kotamobagu. Hal ini terungkap pada, rapat dengar pendapat  DPRD dengan  Pemerintah Kota Kotamobagu yang digelar, Selasa (13/6), sekitar pukul 11.00 Wita.

Pada rapat dengar pendapat tersebut, sejumlah fraksi di DPRD yakni fraksi Golkar, Demokrat dan Hanura- Gerindra, berpendapat, pemindahan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat saat momen Ramadan.

Ketua Fraksi Golkar Herdy Korompot, mengatakan pihaknya mendukung masyarakat Gogagoman dan meminta pemkot mengkaji lagi keputusan yang sudah ada.

“Pasar Senggol sudah menjadi tradisi dan sumber pencaharian masyarakat Gogagoman. Jangan diutak-atik lagi, sehingga menimbulkan kegaduhan,” kata Korompot.

Dirinya menegaskan, harusnya pemkot bukan meniadakan Pasar Senggol di Gogagoman. Tetapi mengakomodir keinginan masyarakat Gogagoman, sambil menambah lokasi di wilayah lain seperti di Poyowa Kecil. “Jadi, kalau meniadakan yang sudah menjadi tradisi di Gogagoman dan dipindah ke Poyowa Kecil, itu keliru. Itu namanya Pemkot tidak akomodatif terhadap kepentingan masyarakat,” tegas Herdy dan turut diiyakan Ketua Fraksi Hanura- Gerindra Agus Suprijanta dan Ketua Fraksi Demokrat Ishak Sugeha.

Sesuai hasil hearing, DPRD akan mengeluarkan rekomendasi kelembagaan untuk dilaksanakan oleh pemkot. “Kami akan rapat internal. Hasil rapat kami buat rekomendasi untuk pemkot. Intinya kita cari solusi terbaik. Hari ini juga rekomendasi DPRD kita keluarkan,” ujar Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir, usai memimpin hearing.

Sementara itu, Kepala Disdagkop & UKM Herman Aray menuturkan, sampai hari ini pihaknya masih tetap berpegang pada SK Wali Kota yang mengatur Pasar Senggol di Poyowa Kecil. “Kita melaksanakan relokasi berdasarkan  SK  Wali Kota,” ujarnya.  (ddj)

 

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: