Pemkab Bolmong dan PT Conch Berdamai

IMG_20170612_155410

BOLMONG— Rencana penutupan aktivitas perusahaan PT Sulenco Bohusami Cement dan PT Conch North Sulawesi pada 13 Juni (hari ini,red) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak jadi dilakukan. Pasalnya Senin (12/6), kedua belah pihak yakni Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wabup Yanny R Tuuk bersama pihak perusahan didampingi Asisten III Pemprov Sulut Roy Roring, Kepala Dinas ESDM Povinsi Sulut B A Tunungki telah melakukan pertemuan di Kantor Pemkab Bolmong, yang membuahkan hasil keduanya sepakat untuk berdamai.

Hasil pertemuan tersebut, menghasilkan delapan keputusan, pihak Pemkab, Provinsi dan Perusaahan. Yakni, bahwa Pemkab Bolmong meminta pihak perusahaan/investor (PT Sulenco Bohusami Cement dan PT Conch North Sulawesi) untuk mengurus dan melengkapi semua perijinan yang berkaitan kegiatan usaha pertambangan berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Bahwa Pemkab Bolmong meminta pihak perusahaan/investor (PT Sulenco Bohusami Cement dan PT Conch North Sulawesi) untuk dapat memperhatikan ketersediaan tenaga kerja lokal (warga bolmong) dan secara bertahap tenaga kerja asing pada saat mulai produksi setiap tahun dalam lima tahun akan dikurangi dengan kewajiban pihak perusahaan bertanggungjawab terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal dalam hal ahli teknologi.

Bahwa pihak perusahaan berkewajiban melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten melalui BUMD dalam hal kerjasama operasional yang akan diatur dalam perjanjian tersendiri.

Bahwa pihak perusahaan berkewajiban menyesuaikan gaji tenaga kerja lokal sesuai dengan ketentuan Undang-undang ketenagakerjaan.

Dalam rangka menjaga kelancaran komunikasi Pemkab dan perusahaan, maka pihak perusahaan memberikan kewenangan kepada Pemkab untuk menunjuk dan mengangkat satu  orang personil Humas sebagai perwakilan Pemkab di perusahaan.

Bahwa Pemkab Bolmong meminta pihak perusahaan/investor (PT Sulenco Bohusami Cement dan PT Conch North Sulawesi) untuk menaati Peraturan Daerah terkait dengan kewajiban perusahaan membayar pajak mineral non logam dan bantuan sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Bolmong.

Bahwa pihak perusahaan akan menarik laporan perusahaan ke Polda Sulawesi Utara terkait dengan masalah yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2017.

Sejak ditandtangani surat ini maka aktifitas perusahaan Conch dan Sulenco dilakukan seperti biasa.

Menurut Yasti, pemerintah nantinya akan mengambil bagian dalam operasi di perusahaan. Terkait tenaga kerja, dalam waktu dekat pembagian tenaga kerja 75 persen lokal dan 25 persen tenaga kerja asing asal Cina. “Bertahap selama lima tahun. Nanti tenaga asing akan pulang kalau sudah ada transfer teknologi ke orang lokal. Nanti tinggi level manager dan GM yang Cina. Kalau bisa ambil yang lokal, asal mampu,” tambahnya.

Terkait gaji dirinya menuturkan, PT Conch akan menaikkan gaji pekerja lokal. Walaupun masih sedikit, jika perusahaan sudah beroperasi, nanti akan tetapkan gaji bersama provinsi untuk tenaga kerja lokal. “Dalam waktu dekat ini, provinsi segera mengeluarkan izin untuk PT Conch. Rencananya Desember tahun ini sudah beroperasi. Semua aktivitas perusahaan kembali normal. Harus segera jalan biar target perusahaan akhir tahun bisa tercapai. Kita pemerintah dan masyarakat wajib membantu perusahaan dalam operasinya,” ujarnya.

Yasti menuturkan, jika perusahaan sudah punya IUP dari provinsi,  paling lambat lebaran nanti, pengurusan IMB gratis. Karena sudah sepaket dengan izin IUP dari provinsi. “Untuk galian C tetap harus bayar. Nanti bersama provinsi akan hitung sama-sama soal galian C ini. Yang pasti pemerintah dan perusahaan komit saling membantu satu dengan lainnya. Nanti ada humas pemkab di PT Conch, ada humas PT Conch di pemkab,” katanya.

Asisten III Provinsi Sulut Roy Roring saat ditanyai soal kendala pengurusan izin PT Conch, menurutnya karena pemprov masih menunggu surat dari Kementerian ESDM. “Menunggu surat dari Kementerian ESDM. Sekarang proses perizinan sementara diurus. Kita masih menunggu, dalam waktu dekat izin keluar,” ujarnya.

Pimpinan PT Conch yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan menyetujui semua kesepakatan yang telah ada. Sembari menunggu izin dari provinsi keluar. Melalui Mr Chang, PT Conch berharap kerja sama dengan pemerintah agar berjalan dengan baik ke depannya. “Kiranya berjalan dengan baik sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama,” tutupnya. (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: