Pemkab Bolmong Komit Kedepan Raih WTP

Yasti Supredjo Mokoagow
Yasti Supredjo Mokoagow

BOLMONG– Setelah menerima opini Disclaimer dari Badan Pemeriksan Keuangan (BPK). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) komit ke depan bisa raih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow saat menerima opini Disclaimer dari BPK, tampak komit untuk meraih WTP ke depan untuk Bolmong. “Bagus ini jadi pelajaran bagi kami, supaya tidak terulang di tahun depan,” ujarnya.

Hal ini juga membuat, Wakil Bupati Bolmong Yanny Ronny Tuuk ingin membuktikan lewat Kepemimpinanya dengan Bupati Yasti Bolmong bisa meraih WTP ke depan. Menurutnya, hasil yang diterima tersebut, adalah pangkah evaluasi yang akan dilakukan untuk memperbaiki roda pemerintahan di Bolmong serta menata kembali sistem birokrasi, juga Sumber Daya Manusia (SDM). “Evaluasi jelas harus dilakukan. Secepatnya dimasa kepemimpinan saya bersama ibu Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow. Kami akan membentuk ASN yang profesional dalam bekerja. Kami akan melakukan yang terbaik, bagi pengelolaan keuangan di Kabupaten Bolmong,” kata Yanny.

Dirinya berharap masa kepemimpinannya bersama Bupati Yasti bisa mempersembahkan WTP untuk pertama kalinya bagi Kabupaten Bolmong. “Target WTP jelas jadi fokus kami kedepanya. Karena itu, saya mengajak kepada seluruh ASN di lingkup Pemkab Bolmong berlomba-lomba dalam mewujudkan sistem pengelolaan keuangan yang baik. Kerja teliti serta profesional,” harapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang  pasca dilantik belum lama ini menjelaskan, untuk meraih opini WTP, tidaklah susah. Kunci sukses sudah ada di rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diberikan BPK. “Kalau mau dapat opini WTP, kuncinya laksanakan rekomendasi yang dimuat oleh BPK di LHP. Apabila semua rekomendasi BPK ditindaklanjuti dan dilaksanakan kemudian temuan tidak berulang pada saat pemeriksaan BPK, dipastikan WTP, itu kunci suksesnya,” tutur

Susah atau tidak lanjut Tahlis, itu pada saat  kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan rekomendasi BPK sebelumnya yang ada di dalam LHP. “Pasti susah,  karena akan ditemukan lagi pada saat pemeriksaan, kalau kita tidak melakukan apa yang menjadi rekomendasi BPK,” tandasnya.

Diketahui, Tahlis sebelumnya mejadi Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu, yang saat ini sukses meraih opini WTP dari BPK. (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: