Lahan Kosong Bakal Dikenakan Pajak Progresif

IMG_20170608_110325

BOLMONG– Pemberlakukan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Bolaang Mongondow (Bolmong), akan ditinjau kembali. Lahan tidur di tiap desa, akan dikenakan pajak progresif. Hal tersebut dikatakann Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow belum lama ini.

“Ya, lahan yang tidak ditanami, akan diberlakukan pajak progresif. Akan dikenakan tiga kali lipat. Kalau tidak pakai, kasi ke masyarakat agar menggarapnya. Ini supaya petani bisa bekerja,” ungkap bupati belum lama ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bolmong yang baru dilantik, Tahlis Gallang mengatakan indikator fiskal daerah adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), PBB merupakan hal paling potensial di Bolmong. “Bolmong kan adalah daerah yang luas. Harus dioptimalkan. Kami akan mendata ulang dan menghitung kembali Nilai Jual Objek Pajak,” katanya saat diwawancarai usai pelantikan, Kamis (8/6).

Masalah yang umumnya terjadi di daerah yakni nilai NJOP yang berlaku merupakan data tak terbaharui yang diserahkan ke KPP Pratama. Jika diverifikasi kembali, NJOP pasti meningkat. “Negatifnya kalau tak perbaiki, pengadaan bangunan fisik nantinya, NJOP nya di bawah. Aturannya, pengelolaan tidak boleh tiga kali dari NJOP. Nilai jual masyarakat pun tak sesuai,” jelasnya.

Ketika NJOP naik, otomatis PBB akan naik. Terkait retribusi, aturannya tak boleh ada pungutan tanpa ada aturan. Aturan dari Kementerian Keuangan misalnya masih bersifat umum. “Tidak mengatur secara spesifik. Sehingga harus identifikasi kembali peraturan daerah yang ada.  Pada prinsipnya kerja Sekda itu membantu menyiapkan administrasi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan pada masyarakat. Sekda melakukan secara administrasi kebijakan bupati,” tutupnya. (Ind)

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: